1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 72

Harian Indoprogress

Hongxuan memperlihatkan bahwa Islam dan Marxisme bukan sekadar pernah bersentuhan, tetapi juga membangun berbagai bentuk kompromi, mulai dari sintesis teoretis hingga strategi retoris yang menekankan kesamaan tujuan: melawan kolonialisme, kapitalisme, dan imperialisme.
Bagaimana jika teori justru bertolak belakang dengan kenyataan yang tersaji di luar pikiran? Apakah teori harus berubah agar menyesuaikan diri dengan kenyataan, atau justru kenyataan yang berbeda itu diabstraksikan lalu dilampaui keberadaannya di dalam ranah pemikiran?
Jika pada masa lalu represi terhadap warga dilakukan secara terbuka melalui komando teritorial seperti Kodam atau Korem, kini praktik serupa dijalankan melalui rezim hukum kedaruratan dan satgas ad hoc.
Kebijakan politik etis justru membina banyak individu yang pada akhirnya akan menantang kekuasaan kolonial dan membayangkan masa depan di luar imperium.

Harian Indoprogress

Ditempa dengan Darah dan Api:

Kredit ilustrasi: illustrating-marx.com Laporan dari Konferensi “Towards a Global History of Primitive Accumulation” BAGAIMANA tanah, laut, habitat, dan tubuh manusia terinkorporasi ke dalam pasar global?

Menomorsatukan Kembali Islam Substantif

Kredit foto: minanews.net SETELAH hiruk pikuk Pemilu 2019 yang memakan ratusan korban jiwa usai, kini kita harus kembali pada kehidupan masing-masing, menjalankan kembali rutinitas harian

Refleksi Gerakan Progresif Pasca Pilpres 2019

PEMILIHAN Presiden (Pilpres) 2019 baru saja selesai. Satu hal yang patut dirisaukan adalah menguatnya pembelahan sosial sebagai konsekuensi dari pemihakan dan posisi politik yang berlangsung

Melembagakan Utopia

Kredit ilustrasi: FACT.international TULISAN ini hendak menyorot kegagalan masyarakat sipil dalam mengelola dirinya  serta narasi jangka panjang yang ia wakili. Dalam konteks tersebut, tulisan ini

Menuju Fikih Mayoritas

Kredit foto: NU Online DALAM khazanah hukum Islam, berkembang ide tentang ‘fiqh aqalliyat’ –atau yang lebih dikenal sebagai ‘fikih minoritas’. Rumusannya bermacam-macam. Beberapa intelektual dan

Kepada-Nya Kami (Menolak) Berserah Diri

Kredit ilustrasi: Fabian Suchanek MELELAHKAN harus memacu motor sepanjang Jalan Kaliurang: motor dan mobil yang saling berdempetan membuat udara terasa padat dan pekat. Maka, kelegaan

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.