Edisi Khusus tentang Krisis Ekologi Kapitalis 


“Krisis Biosfer Antroposen: Memikirkan Ulang Strategi Perjuangan Nilai dan Kelas”



“Kerja bukanlah satu-satunya sumber seluruh kekayaan. Alam juga merupakan sumber nilai layaknya kerja, yang sendirinya hanyalah merupakan manifestasi dari kekuatan alam.” Demikianlah Marx dalam Kritik Program Gotha(1875) telah jauh hari menandaskan peran sentral alam sebagai sumber nilai, bahkan lebih dari kerja. Secara metodologis, analisis Marx ini juga menunjukkan bagaimana materialisme historis wajib meletakkan persoalan seputar alam dalam kaitannya dengan problematik nilai dan kerja. Yang terakhir ini, ironisnya, relatif kurang populer di kalangan akademisi dan aktivis lingkungan, ekologi, hijau, dst., yang mendaku kritis dan progresif. Sekalipun banyak mengutip Marx, terma-terma penting Marxian seperti ‘nilai’ dan ‘kerja’ cenderung larut dalam eksploitasi habis-habisan secara common-sensical atas terma Marxian lainnya yang lebih nge-pop seperti ‘eksploitasi’ dan ‘pengkaplingan’ (enclosure). Secara praksis, analisis mereka cenderung jatuh pada demonisasi dan melankolia (Wendy Brown, Enzo Traverso); ‘Kapitalisme’ lebih merupakan julukan bagi “si jahat” ketimbang mendapat perlakuan analitis; begitu pula ujung analisisnya banyak berkubang pada seruan etis-moralis, ketimbang perencanaan strategis untuk perjuangan kelas merebut sarana produksi nilai. 

Panggilan Kontribusi edisi ini mencoba menempatkan dirinya pada intervensi para pemikir dari tradisi Marxisme yang mencoba melampaui dualisme Cartesian, yaitu bahwa manusia (juga kapitalisme) dan alam adalah dua hal yang terpisah. Para pemikir ini, dalam kadarnya masing-masing, mencoba untuk mulai beranjak dari sekedar menganalisis “apa yang dilakukan kapitalisme pada alam”, yang sendirinya mengasumsikan kapitalisme sebagai terpisah dari alam. Sebaliknya mereka mulai mengeksplorasi “bagaimana kapitalisme bekerja dengan alam,” yang mana mengasumsikan kemenyatuan kapitalisme (dan kemanusiaan) dengan alam dalam relasi yang disebut István Mészáros sebagai ‘reproduksi metabolis sosial’. Alhasil, fokus analisisnya tidak lagi sekedar menuliskan dengan “tinta darah dan api” soal konsekuensi kapitalisme pada alam, pangan, penduduk asli (indigenous), ekosistem, dan biosfer. Sebaliknya, mereka mencoba mengeksplorasi bagaimana kapitalisme beroperasi, dengan mendayagunakan dan “mem-pekerja-kan” alam (Jason W. Moore), untuk mengekstraksi nilai lebih dan menjaga keberlanjutan “ekologi” akumulasi modal—bahkan, lebih kontroversial lagi, bagaimana karakter alam itu sendiri menjadi prakondisi bagi langgengnya kapitalisme—dan, untungnya, upaya untuk melawannya.  

Di tengah arus utama kajian dan analisis yang berbondong-bondong mencoba menyelamatkan ibu alam dan anak cucu kita di masa yang akan datang seraya secara ironis berharap pada PBB, negara, dan Corporate Social Responsibility untuk mengemban tugas ini, Panggilan ini justru berharap pada para penulis yang mau bersama-sama membangun air mancur ide alternatif. Panggilan ini menanti kontribusi-kontribusi intelektual—baik akademis, praksis, maupun kebijakan—akan isu-isu krisis ekologi, degradasi lingkungan, dan kerusakan biosfer secara umum dengan mendayagunakan konsep-konsep sentral Marxis seperti ‘nilai’ dan ‘kerja’, namun juga lainnya, antara lain namun tidak terbatas pada ‘modus produksi’, ‘abstraksi riil’, ‘kerja reproduktif’, ‘krisis akumulasi’, dan tentu saja ‘retakan metabolis’ (metabolic rift) yang belakangan populerPenggunaan konsep-konsep Marxian yang sudah menjadi idiom populer (seperti ‘eksploitasi’, ‘imperialisme’, ‘idiologi’, ‘ekspropriasi’, dst.) tidak lantas dilarang, hanya saja mobilisasinya diharapkan tetap bersetia, setidaknya secara perujukan, pada motivasi dan gagasan awal oleh Marx. Bagaimanapun juga, Jurnal IndoProgress terbuka pada ragam interpretasi—baik ortodoks maupun kritis—akan ide dan karya Marx, sejauh itu dilakukan dalam koridor pemeriksaan ilmiah dan dalam rangka memajukan perjuangan kelas pekerja dalam merebut sarana produksi nilai. 

Para calon penulis diharapkan untuk juga mampu menghidupkan, mengarus-utamakan, dan juga mengembangkan kajian-kajian seputar ekologi dalam koridor pemikiran Marxis. Kami tertarik untuk menerbitkan karya-karya yang berdialog dengan teori krisis dan kontradiksi kapitalisme dan alam, mulai dari tesis ‘tendensi krisis berganda’ dari pionir jurnal Capitalism, Nature, Socialism, James O’Connor sampai gagasan ‘keretakan metabolis’ dari John Bellamy Foster; dengan teori ekofeminis marxis, mulai dari ide ‘commoning’ Mariarosa Dalla Costa, konsep ‘infrastruktur reproduktif’ Silvia Federici, atau gagasan xenofeminis Promethean ala Helen Hester; maupun yang berperspektif global seperti ‘ekologi-dunia kapitalis’ Jason W. Moore, ‘imperialisme ekologis’ Brett Clark dan John Bellamy Foster, maupun ‘ekologi dekolonial’ dari Malcolm Ferdinand dan Angela Davis. Kami juga menyambut studi-studi epistemologis di seputar isu ekologis, terlebih lagi mereka yang mencoba mengambil posisi dalam perdebatan antara pendukung terma ‘antroposen’ dan ‘kapitalosen’ (atau bahkan juga ‘chthulusen’ ala Donna Haraway dan ‘dark ecology’ ala Timothy Morton). 

Selain perdebatan teoritis-akademis, Panggilan ini juga peka terhadap implikasi praksis dan strategis, baik dalam artian gerakan sosial maupun kebijakan publik, dalam upaya melampaui krisis biosfer ini. Karenanya, bagi yang tertarik, para penulis juga didorong untuk berdialog secara kritis dengan proposal-proposal “kritis” dan “progresif” arus utama (di kalangan akademisi dan aktivis) seperti Green New Deal (GND), Degrowth, dan juga Pasca-Kerja (post-work). Tentunya, kontribusi yang diharapkan dapat melampaui dan menghindar dari jebakan simpulan normatif-klisé, kepatutan politik, dan nasihat/hikmah motivasional. Khususnya, kami tertarik mengkurasi kontribusi yang mampu mengevaluasi secara Marxis atas anasir reformis dalam proposal GND, impuls neo-primitivis dalam Degrowth, dan optimisme Promethean (penguasaan alam dengan teknologi) dari Pasca-Kerja. Terakhir, Panggilan ini juga mempersilakan para calon kontributor untuk mengelaborasi topik dan tema lain di seputar krisis ekologi/biosfer, mengaitkannya secara kreatif dengan problem lain (a.l. spiritualitas, jender, ras, sains, masyarakat adat, organisasi, keamanan, dst.), atau menjajaki secara eksperimental elaborasi pemikiran ekologis Marxian dengan nalar dari disiplin selain sosial-humaniora. 

Pengajuan

Jurnal IndoProgress (JIP) adalah jurnal dwibahasa yang berfokus pada teori dan praksis dalam tradisi Marxis. JIP mengundang akademisi, peneliti, dan aktivis untuk mengirimkan artikel dengan topik “Krisis Biosfer Antroposen: Memikirkan Ulang Strategi Perjuangan Nilai dan Kelas.” Kami menerima kontribusi teoritis dan amatan empiris (5.000-8.000 kata), serta resensi buku (1.500-2.000 kata).

Kirimkan abstrak sebanyak 200-300 kata (dalam format APA) ke indoprogressjournal@gmail.com selambat-lambatnya pada 20 Agustus 2021, pukul 11:59 WIB. Penulis yang terpilih akan bergabung dalam workshop IndoPROGRESS pada September 2021.


Karya Disadur

Bastani, Aaron, Fully Automated Luxury Communism: A Manifesto (Verso, 2019).

Brassier, Ray, “Prometheanism and its Critics,” dlm. Robin Mackay & Armen Avanessian, peny. #Accelerate: The Accelerationist Reader (Urbanomic, 2014)

Brown, Wendy, “Resisting Left Melancholy,” boundary 2, 26, 3, 1999.

Clark, Brett & John Bellamy Foster, “Ecological Imperialism and the Global Metabolic Rift: Unequal Exchange and the Guano/Nitrates Trade,” International Journal of Comparative Sociology, 50, 3-4, 2009.

Costa, Mariarosa Dalla, “The Native in Us, The Earth We Belong To,” The Commoner, 6, 2003.

Donegan, Moira, “How Domestic Labor Became Infrastructure,” The Atlantic, 14 April 2021.

Federici, Silvia Re-enchanting the World: Feminism and the Politics of the Commons (Kairos, 2018).

Federici, Silvia, Beyond the Periphery of the Skin: Rethinking, Remaking, and Reclaiming the Body in Contemporary Capitalism (Kairos, 2020).

Ferdinand, Malcom, A Decolonial Ecology: Thinking from the Caribbean World (Wiley, 2021).

Foster, John Bellamy & Brett Clark, “Ecological Imperialism: The Curse of Capitalism,” Socialist Register, vol. 40, 2004

Foster, John Bellamy & Paul Burkett, Marx and the Earth: An Anti-Critique, Brill, 2016.

Haraway, Donna, “Anthropocene, Capitalocene, Plantationocene, Chthulucene: Making Kin,” Environmental Humanities, vol. 6, 2015.

Haraway, Donna, Staying with the Trouble: Making Kin in the Chthulucene (Duke Univ. Press, 2016).

Hester, Helen, “Promethean Labors and Domestic Realism,” e-flux, 2017.

Kohei Saito, “Marx’s Ecological Notebooks,” Monthly Review, 67, 9, 2016.

Marx, Karl, Critique of the Gotha Programme (1875)

Mészáros, István, Beyond Capital (Merlin Press, 1995)

Moore, Jason W., “Cheap Food and Bad Climate: From Surplus Value to Negative Value in the Capitalist World-Ecology,” Critical Historical Studies, 2, 1, Spring 2015.

Moore, Jason W., “Putting Nature to Work; Anthropocene, Capitalocene, and the Challenge of World-Ecology,” dlm. Cecilia Wee, Janneke Schönenbach, and Olaf Arndt, peny., Supramarkt: A micro-toolkit for disobedient consumers, or how to frack the fatal forces of the Capitalocene (Irene Books, 2015).

Moore, Jason W., “The Capitalocene, Part I: on the nature and origins of our ecological crisis,” The Journal of Peasant Studies, 45, 2, 2018.

Moore, Jason W., “The Capitalocene, Part II: accumulation by appropriation and the centrality of unpaid work energy,” The Journal of Peasant Studies, 44, 3, 2017.

Moore, Jason W., Capitalism in the Web of Life: Ecology and the Accumulation of Capital (Verso, 2015).

Moore, Jason W., peny., Anthropocene or Capitalocene: Nature, History, and the Crisis of Capitalism (Kairos, 2016)

Morton, Timothy, Dark Ecology: For a Logic of Future Coexistence (Columbia Uni Press, 2016).

O’Connor, James, “On the two contradictions of capitalism,” Capitalism Nature Socialism, 2:3, 1991.

O’Connor, James, “The second contradiction of capitalism,” dlm. T. Benton, peny., The Greening of Marxism. (The Guilford Press, 1996)

Pollin, Robert, “De-growth vs A Green New Deal,” New Left Review, 112, Jul-Aug 2018.

Schutz, Eric A., “Planetary Eco-Collapse and Capitalism: A Contemporary Marxist Perspective,” Forum for Social Economics 49, 3, 2020).

Singh, Neera M., “Environmental justice, degrowth and post-capitalist futures,” Ecological Economics, 163, 2019.

Srnicek, Nick & Alex Williams, Inventing the Future: Postcapitalism and a World Without Work (Verso, 2015).

Traverso, Enzo, Left-Wing Melancholia: Marxism, History, and Memory (Columbia Uni Press, 2017).

Žižek, Slavoj, “Censorship Today: Violence, or Ecology as a New Opium for the Masses,” Lacan.com, 2008.

Žižek, Slavoj, “Nature and its discontents,” Sub-Stance, 37, 3 2008.