1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 71

Harian Indoprogress

Hongxuan memperlihatkan bahwa Islam dan Marxisme bukan sekadar pernah bersentuhan, tetapi juga membangun berbagai bentuk kompromi, mulai dari sintesis teoretis hingga strategi retoris yang menekankan kesamaan tujuan: melawan kolonialisme, kapitalisme, dan imperialisme.
Bagaimana jika teori justru bertolak belakang dengan kenyataan yang tersaji di luar pikiran? Apakah teori harus berubah agar menyesuaikan diri dengan kenyataan, atau justru kenyataan yang berbeda itu diabstraksikan lalu dilampaui keberadaannya di dalam ranah pemikiran?
Jika pada masa lalu represi terhadap warga dilakukan secara terbuka melalui komando teritorial seperti Kodam atau Korem, kini praktik serupa dijalankan melalui rezim hukum kedaruratan dan satgas ad hoc.
Kebijakan politik etis justru membina banyak individu yang pada akhirnya akan menantang kekuasaan kolonial dan membayangkan masa depan di luar imperium.

Harian Indoprogress

Posisi Intervensi Gerakan Rakyat Pasca Pemilu 2019

Kredit ilustrasi: Yohanes Andreas Iswinarto PERDEBATAN di IndoPROGRESS mengenai apa yang perlu dilakukan setelah pemilu 2019, penting untuk dilanjutkan. Kepentingan ini mengingat kita membutuhkan perspektif

Mayoritas dan Minoritas dalam Islam

Kredit foto: VIVA ARTIKEL Tabayyun saya bulan lalu, “Menuju Fikih Mayoritas” mendapatkan beberapa tanggapan menarik. Salah satunya adalah tanggapan cerdas dari kolega saya, Zain Maulana,

Keluarga Versus Keluarga

Kredit ilustrasi: Temankita.com ADA banyak dari kita yang memandang keluarga sebagai konsep yang terberi (taken for granted), seakan ciptaan alam semesta. Kita lahir dari sebuah

Betulkah Populisme Mengancam Demokrasi?

Kredit foto: Online University of the Left Dunia sedang dilanda gelombang populisme. Tidak sekadar dilanda, dunia, meminjam pernyataan Ghita Ionescu dan Ernest Gellner dalam kata

Gerakan Progresif di NTT Pasca Pemilu 2019

Jokowi saat kampanye di Kupang, NTT pada Pilpres lalu. Kredit foto: Tagar News BEBERAPA pekan terakhir ini, di media ini berlangsung perdebatan menarik seputar bagaimana

Marx 201: Kembalinya Alternatif

Kredit ilustrasi: The Nation Kembali ke Marx setelah krisis ekonomi 2008, berbeda dengan kepentingan pembaruan dalam kritiknya terhadap ekonomi. Banyak penulis, baik di surat-surat kabar,

Politik “Progresif” Pasca Pilpres 2019

Kredit ilustrasi: chrisgoringe Respons terhadap Airlangga Pribadi Kusman serta Suarbudaya Rahadian dan Christian Yahya PEMILIHAN presiden (pilpres) 2019 yang lalu memperparah pembelahan aspirasi politik yang

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.