1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 17

Harian Indoprogress

Hongxuan memperlihatkan bahwa Islam dan Marxisme bukan sekadar pernah bersentuhan, tetapi juga membangun berbagai bentuk kompromi, mulai dari sintesis teoretis hingga strategi retoris yang menekankan kesamaan tujuan: melawan kolonialisme, kapitalisme, dan imperialisme.
Bagaimana jika teori justru bertolak belakang dengan kenyataan yang tersaji di luar pikiran? Apakah teori harus berubah agar menyesuaikan diri dengan kenyataan, atau justru kenyataan yang berbeda itu diabstraksikan lalu dilampaui keberadaannya di dalam ranah pemikiran?
Jika pada masa lalu represi terhadap warga dilakukan secara terbuka melalui komando teritorial seperti Kodam atau Korem, kini praktik serupa dijalankan melalui rezim hukum kedaruratan dan satgas ad hoc.
Kebijakan politik etis justru membina banyak individu yang pada akhirnya akan menantang kekuasaan kolonial dan membayangkan masa depan di luar imperium.

Harian Indoprogress

Demistifikasi Sukarno dan Rapuhnya Fondasi Liberalisme Politik

Sukarno tak lain adalah seorang borjuis nasionalis liberal yang tak berkepentingan mendorong perjuangan kelas dan mewujudkan sosialisme. Demokrasi Terpimpin adalah bentuk konsolidasi otoritarianisme awal kekuatan politik nasionalis dan militer.

Mereka yang Janggal: Para Pendeta Merah Indonesia

Di tengah sikap gereja yang mengecam komunisme, ada orang-orang yang “janggal”. Mereka bagian dari otoritas (sebagai rohaniwan atau pendeta), tapi juga tidak menunjukkan permusuhan terhadap kiri.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.