1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 79

Harian Indoprogress

Karya ini memiliki arti penting bukan sekadar sebagai sumbangan pemikiran akademik dalam memahami neoliberalisme secara struktural, melainkan juga sebagai perangkat analisis kritis bagi kalangan aktivis dalam membaca dinamika kekuasaan, strategi kapital, serta peluang-peluang perlawanan.
Politik kiri yang matang membutuhkan kedisiplinan dalam hal ketidaksepakatan. Perdebatan harus terjadi pada hal-hal yang penting dan di ruang yang memperjelas strategi, bukan sebagai peperangan publik yang permanen.
Belenggu utang hijau merujuk pada kondisi ketika pekerja tidak hanya diikat oleh skema kredit, sewa kendaraan, atau sistem komisi platform aplikasi. Lebih dari itu, mereka secara struktural dipaksa bertahan dalam pekerjaan yang rentan karena minimnya pilihan pekerjaan lain yang layak.
Gelombang pemberontakan di Iran lahir dari perpaduan antara krisis ekonomi, represi politik, dan kegagalan struktural Republik Islam, tetapi hingga kini belum mampu melahirkan alternatif politik yang terorganisasi dan demokratis. Di tengah menguatnya intervensi asing, fragmentasi oposisi, dan bangkitnya arus monarkisme, masa depan Iran sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakat sipil dan kekuatan-kekuatan demokratis untuk membangun transisi politik yang mandiri, inklusif, dan berkeadilan sosial.

Harian Indoprogress

Puisi Turun Ke Jalan

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   PADA Revolusi Mei 1968 di Prancis, Penyair menunjukkan sikapnya melalui puisi-puisi, sebagai respon terhadap kondisi sosial-politik. Ada selebaran yang

Islam dan Patriarki

Kredit foto: Nasional Tempo.co   (1) TAHUN 2011, media-media di New York dihebohkan oleh satu skandal. Dominique Strauss-Kahn, seorang pejabat di International Monetary Fund (IMF),

Boikot, Kemewahan Siapa?

Kredit ilustrasi: emtv.com.pg   JUJUR harus saya katakan, saya pertama kali menyadari arti penting boikot usai membaca buku ketiga dari Tetralogi Buru “Jejak Langkah” Pramoedya

Jalan Berliku Para Elite Papua

Eliezer Jan Bonay di rumahnya di Kota Wijhe, 31 Desember 1988. Kredit foto: John Rumbiak/ Suara Papua Nomor 5, Maret/April 1990/dokumentasi Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.