1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 77

Harian Indoprogress

Hongxuan memperlihatkan bahwa Islam dan Marxisme bukan sekadar pernah bersentuhan, tetapi juga membangun berbagai bentuk kompromi, mulai dari sintesis teoretis hingga strategi retoris yang menekankan kesamaan tujuan: melawan kolonialisme, kapitalisme, dan imperialisme.
Bagaimana jika teori justru bertolak belakang dengan kenyataan yang tersaji di luar pikiran? Apakah teori harus berubah agar menyesuaikan diri dengan kenyataan, atau justru kenyataan yang berbeda itu diabstraksikan lalu dilampaui keberadaannya di dalam ranah pemikiran?
Jika pada masa lalu represi terhadap warga dilakukan secara terbuka melalui komando teritorial seperti Kodam atau Korem, kini praktik serupa dijalankan melalui rezim hukum kedaruratan dan satgas ad hoc.
Kebijakan politik etis justru membina banyak individu yang pada akhirnya akan menantang kekuasaan kolonial dan membayangkan masa depan di luar imperium.

Harian Indoprogress

“Manusia Biasa”: Suatu Pengantar STS

 Kredit ilustrasi:Kati Lacey Kalau kamu masih mengira bahwa ilmu-ilmu sosial lebih sederhana dan mudah daripada ilmu-ilmu alam, coba pikir-pikir lagi. Ilmu-ilmu sosial bisa jadi lebih

Caleg Perempuan Tanpa Spatial Practice

Kredit ilustrasi: berita.baca.co.id “EVERY story is a travel story…a spatial practice”, kata Michel de Cherteau dalam karyanya The Practice of Everyday Life (1984). Artinya seluruh

Iman, Amal Shalih, dan Struktur Kekuasaan

Potret kemiskinan dan kesenjangan di Jakarta. Kredit foto: New Mandala SYAHDAN, dalam satu riwayat, dikisahkan bahwa Nabi sedang duduk bersama sahabat-sahabatnya. Tiba-tiba, Nabi berkata pada

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.