1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 93

Harian Indoprogress

Hongxuan memperlihatkan bahwa Islam dan Marxisme bukan sekadar pernah bersentuhan, tetapi juga membangun berbagai bentuk kompromi, mulai dari sintesis teoretis hingga strategi retoris yang menekankan kesamaan tujuan: melawan kolonialisme, kapitalisme, dan imperialisme.
Bagaimana jika teori justru bertolak belakang dengan kenyataan yang tersaji di luar pikiran? Apakah teori harus berubah agar menyesuaikan diri dengan kenyataan, atau justru kenyataan yang berbeda itu diabstraksikan lalu dilampaui keberadaannya di dalam ranah pemikiran?
Jika pada masa lalu represi terhadap warga dilakukan secara terbuka melalui komando teritorial seperti Kodam atau Korem, kini praktik serupa dijalankan melalui rezim hukum kedaruratan dan satgas ad hoc.
Kebijakan politik etis justru membina banyak individu yang pada akhirnya akan menantang kekuasaan kolonial dan membayangkan masa depan di luar imperium.

Harian Indoprogress

Memikirkan Marjinalisasi Perempuan NTT

Potret keluarga miskin di NTT. Kredit foto: Sinar Harapan   PROVINSI Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki tahun politiknya. Akhirnya provinsi yang selalu mendapatkan predikat ‘tertinggal’

Bergereja Berarti Melawan

Kredit foto: Anakpawis Partylist   SEBENARNYA, apakah gereja itu? Gereja, selama ini, selalu dipahami hanya sebatas gedung. Biasanya, itu adalah tempat orang Kristen berkumpul tiap

Buruh: Kaum yang Terlupakan Atau Melupakan?

Kredit foto: gUMAM   SAYA adalah seorang pekerja atau akhir-akhir ini saya lebih senang dipanggil buruh. Alasannya, dengan dipanggil buruh, saya merasa lebih berideologi dan

Cadar dan Pancasilaisasi Kampus

Kredit foto: twitter.com   KEBIJAKAN Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, yang melarang pemakaian cadar untuk mencegah berkembangnya paham Islam radikal bukan keanehan baru

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.