1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 88

Harian Indoprogress

Hongxuan memperlihatkan bahwa Islam dan Marxisme bukan sekadar pernah bersentuhan, tetapi juga membangun berbagai bentuk kompromi, mulai dari sintesis teoretis hingga strategi retoris yang menekankan kesamaan tujuan: melawan kolonialisme, kapitalisme, dan imperialisme.
Bagaimana jika teori justru bertolak belakang dengan kenyataan yang tersaji di luar pikiran? Apakah teori harus berubah agar menyesuaikan diri dengan kenyataan, atau justru kenyataan yang berbeda itu diabstraksikan lalu dilampaui keberadaannya di dalam ranah pemikiran?
Jika pada masa lalu represi terhadap warga dilakukan secara terbuka melalui komando teritorial seperti Kodam atau Korem, kini praktik serupa dijalankan melalui rezim hukum kedaruratan dan satgas ad hoc.
Kebijakan politik etis justru membina banyak individu yang pada akhirnya akan menantang kekuasaan kolonial dan membayangkan masa depan di luar imperium.

Harian Indoprogress

Politik Minus Oposisi

Black Campaign. Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   TIDAK lama setelah berhasil memenangkan pemilihan Gubernur Jakarta 2017 yang brutal dengan melibatkan mobilisasi sentimen rasial, para

Rekonstruksi Kembali Agenda Gerakan Kita

fight to vote, vote to fight. Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   LAGI-LAGI Gerakan Rakyat di Indonesia dan berbagai belahan dunia kembali berada di dalam

Islam dan Kejumudan

Kredit ilustrasi: Learning Mind   SYAHDAN, Syekh Muhammad Abduh –ulama Mesir yang sangat terkenal itu—pernah berkata, Al-Islaam mahjuubun bil muslimin. Islam –Dienul Islam— menjadi jumud

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.