
Korporatokrasi: Negara Sebagai Pengabdi Perusahaan (Bagian III)
Ilustrasi: Jonpey Tulisan berseri ini pernah diterbitkan di terbitan Walhi dan didiskusikan di Walhi, dan juga sebagai catatan dan status Facebook penulis. Disusun di tengah
HomeHarian Indoprogress

Ilustrasi: Jonpey Tulisan berseri ini pernah diterbitkan di terbitan Walhi dan didiskusikan di Walhi, dan juga sebagai catatan dan status Facebook penulis. Disusun di tengah

Mempelajari studi HI adalah belajar tentang kontestasi ragam kekuatan politik yang selalu bertarung untuk mendefinisikan realitas politik internasional hari ini. Pun, sebagian dari realitas itu juga menentukan apa yang kita alami di Indonesia hari ini.

Ilustrasi: Jonpey Tulisan berseri ini pernah diterbitkan di terbitan Walhi dan didiskusikan di Walhi, dan juga sebagai catatan dan status Facebook penulis. Disusun di tengah

Nilai bisnis melesat sementara semua aktivitas dilumpuhkan pandemi? Kok bisa?

ini adalah ajakan untuk melawan kepasrahan akan penindasan dan juga merayakan keberdayaan serta membangun ketangguhan kita sebagai manusia yang selalu bisa membongkar struktur yang timpang dan menemukan kemungkinan-kemungkinan baru.

Selain dapat meluruskan berbagai kesalahpamahan yang terjadi di masyarakat tentang kelas buruh, riset tentang kelas pekerja dengan perspektif kelas dapat menjadi salah satu amunisi penting dalam aktivisme sosial.

Dengan demikian, kita yang mempelajari Marxisme mesti belajar banyak dari sepenggal cerita dari negeri sakura tersebut, bahwa gerak dan perubahan merupakan sebuah kepastian karena jika kita tetap nyaman dengan dongeng heroik dan dogma, tentu saja kita akan tersapu zaman dalam kegamangan bagaikan ronin atau samurai tak bertuan.

Ilustrasi: Jonpey Tulisan berseri ini pernah diterbitkan di terbitan Walhi dan didiskusikan di Walhi, dan juga sebagai catatan dan status Facebook penulis. Disusun di tengah

Para pendidik harus berpartisipasi dan menyumbangkan keahliannya pada gerakan yang memperjuangkan isu progresif, seperti permasalahan redistribusi kekayaan negara.

Ilustrasi: Jonpey APA impian saya setiap kali hari Sumpah Pemuda datang? Tidak, impian saya tidak muluk-muluk. Saya tidak memimpikan pecahnya revolusi pemuda, datangnya hari pengadilan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.