1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 46

Harian Indoprogress

Hongxuan memperlihatkan bahwa Islam dan Marxisme bukan sekadar pernah bersentuhan, tetapi juga membangun berbagai bentuk kompromi, mulai dari sintesis teoretis hingga strategi retoris yang menekankan kesamaan tujuan: melawan kolonialisme, kapitalisme, dan imperialisme.
Bagaimana jika teori justru bertolak belakang dengan kenyataan yang tersaji di luar pikiran? Apakah teori harus berubah agar menyesuaikan diri dengan kenyataan, atau justru kenyataan yang berbeda itu diabstraksikan lalu dilampaui keberadaannya di dalam ranah pemikiran?
Jika pada masa lalu represi terhadap warga dilakukan secara terbuka melalui komando teritorial seperti Kodam atau Korem, kini praktik serupa dijalankan melalui rezim hukum kedaruratan dan satgas ad hoc.
Kebijakan politik etis justru membina banyak individu yang pada akhirnya akan menantang kekuasaan kolonial dan membayangkan masa depan di luar imperium.

Harian Indoprogress

Merayakan Marx Tua: Wawancara Marcello Musto (Bagian I)

“…mitos “Marx Muda” – yang dipopulerkan oleh Louis Althusser dan mereka yang berargumen bahwa Marx muda tidak patut dianggap sebagai bagian dari Marxisme – adalah kesalahpahaman utama dalam sejarah studi Marx.”

Kekayaanlah yang Semestinya Dipajaki, Bukan Komoditi

“Persoalan pajak adalah soal keadilan yang fundamental bagi sebuah masyarakat. Oleh karenanya tidak akan pernah ada cara mudah untuk mengatasi kerumitannya. Political will saja tidak akan pernah memadai untuk keperluan ini. Dibutuhkan pula political capabilities dan economic savvy untuk melihat persoalan pajak.”

Marxisme dan Vo Nguyen Giap

“…Giap sadar betul bahwa peperangan jangka panjang ini tak mungkin dimenangkan hanya dengan ide-ide dan perut yang kelaparan.”

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.