1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 49

Harian Indoprogress

Hongxuan memperlihatkan bahwa Islam dan Marxisme bukan sekadar pernah bersentuhan, tetapi juga membangun berbagai bentuk kompromi, mulai dari sintesis teoretis hingga strategi retoris yang menekankan kesamaan tujuan: melawan kolonialisme, kapitalisme, dan imperialisme.
Bagaimana jika teori justru bertolak belakang dengan kenyataan yang tersaji di luar pikiran? Apakah teori harus berubah agar menyesuaikan diri dengan kenyataan, atau justru kenyataan yang berbeda itu diabstraksikan lalu dilampaui keberadaannya di dalam ranah pemikiran?
Jika pada masa lalu represi terhadap warga dilakukan secara terbuka melalui komando teritorial seperti Kodam atau Korem, kini praktik serupa dijalankan melalui rezim hukum kedaruratan dan satgas ad hoc.
Kebijakan politik etis justru membina banyak individu yang pada akhirnya akan menantang kekuasaan kolonial dan membayangkan masa depan di luar imperium.

Harian Indoprogress

Perang 200 Tahun Kelas Pekerja

“Maka hanya dengan bersatu, kelas pekerja membentuk batalionnya, maju tak akan gentar ketika harus berhadapan dengan lawannya dan meraih kemenangan. Di sini kita mesti ingat bahwa kemenangan diraih dengan perjuangan dan pengorbanan, kecuali Anda menganggap Mao Zedong, Fidel Castro dan Ho Chi Minh cuma tidur-tiduran sambil twitter-an seharian.”

Makan dari Rongsokan Logam: Refleksi tentang Wajah Lain Amerika

“Langit lekas gelap di Detroit pada musim dingin. Beberapa orang mengemis di dekat jalur keluar jalan tol. Dari kejauhan, tampak nyala api di lokasi yang dulunya adalah jantung kawasan industri. Sekelompok anak muda menyalakan api di reruntuhan pabrik, sembari berharap menemukan potongan logam yang akan dikirim ke Timur melalui laut. Potongan-potongan logam yang bernilai dua setengah dolar per ons ini adalah satu-satunya barang berharga yang tersisa untuk bertahan hidup.”

Kepatuhan dan Manipulasi Kebebasan: Catatan Empiris untuk Esai Ben K. C. Laksana [Bagian 3]

“Sebagai refleksi atas perjalanan saya sebagai pelajar sekolah dasar dan menengah di Indonesia selama 12 tahun, tiga catatan empiris saya tentu berbeda dengan siswa lain. Tantangan yang dihadapi setiap siswa di Indonesia pun belum tentu tercakup dalam catatan panjang ini. Karenanya, untuk tiap pelajar Indonesia yang telah bersedia membaca tiga catatan ini, saya ingin mengajak Anda semua merumuskan abad kita yang akan datang: abad 100 tahun Indonesia Merdeka, abad yang membuat tiap orang merasakan kemerdekaan, bukan hanya membayangkan dan mengharapkan.”

Pendayagunaan Teknologi Digital dalam Perjuangan Kelas: Kasus Buruh Aice

Kami mengorganisir 665 pekerja untuk membangun sebuah database (basis data) yang menyediakan informasi mengenai detail kontrak kerja, khususnya terkait dengan masa kerja buruh. Basis data ini digunakan sebagai sumber informasi dan dasar dalam memperjuangkan tuntutan buruh menjadi karyawan tetap. Kami menggunakan formulir online yang dapat diisi oleh buruh melalui ponsel masing-masing.

Di Farmasi Marx: Wawancara dengan Marcello Musto

Apakah Marx tetap diperlukan untuk memahami faktor-faktor di balik ketimpangan, bentuk-bentuk dan kemungkinan melawannya? Kami membahas soal-soal ini dengan Marcello Musto, seorang profesor sosiologi di York University, Toronto dan sosok otoritatif dari kebangkitan studi Marxis belakangan ini.

‘Front Pembela Islam’ yang Sesungguhnya

Kita perlu front pembela Islam yang sesungguhnya: membela umat yang harus membayar mahal untuk pengobatan COVID-19, mereka yang tidak bisa mengakses dan membeli vaksin, atau mereka yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

Pelemahan Daya Argumentasi: Catatan Empiris untuk Esai Ben K. C. Laksana [Bagian 2]

“Dalam situasi kelas reguler, kegiatan belajar mengajar steril dari kritik dan debat. Para pendidik melegitimasi dirinya sebagai ‘orang tua kedua’ yang ucapan dan amanatnya sebangun dengan amanat orang tua kandung. Ujung-ujungnya, pendekatan emosional digunakan sebagai jalan keluar, berikut segudang doktrin ‘berbakti kepada guru agar ilmu yang diraih mendapat keberkahan’.”

Rasisme di Amerika dan Politik Perasaan

“…BLM melawan hegemoni yang memposisikan kulit putih sebagai kaum yang dominan dan istimewa. Perlawanan ini bergerak vertikal, menyasar ke atas.”

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.