Artikel

Hongxuan memperlihatkan bahwa Islam dan Marxisme bukan sekadar pernah bersentuhan, tetapi juga membangun berbagai bentuk kompromi, mulai dari sintesis teoretis hingga strategi retoris yang menekankan kesamaan tujuan: melawan kolonialisme, kapitalisme, dan imperialisme.
Bagaimana jika teori justru bertolak belakang dengan kenyataan yang tersaji di luar pikiran? Apakah teori harus berubah agar menyesuaikan diri dengan kenyataan, atau justru kenyataan yang berbeda itu diabstraksikan lalu dilampaui keberadaannya di dalam ranah pemikiran?
Jika pada masa lalu represi terhadap warga dilakukan secara terbuka melalui komando teritorial seperti Kodam atau Korem, kini praktik serupa dijalankan melalui rezim hukum kedaruratan dan satgas ad hoc.
Kebijakan politik etis justru membina banyak individu yang pada akhirnya akan menantang kekuasaan kolonial dan membayangkan masa depan di luar imperium.

Artikel

Gerakan Progresif di NTT Pasca Pemilu 2019

Jokowi saat kampanye di Kupang, NTT pada Pilpres lalu. Kredit foto: Tagar News BEBERAPA pekan terakhir ini, di media ini berlangsung perdebatan menarik seputar bagaimana

Hutannya Boleh, Orangnya Trada

Kredit ilustrasi: suara dari hati – WordPress.com Sejarah kehutanan negara dan kenyataan pemanfaatan hutan menunjuk pada ketegangan antara negara dan petani tentang akses dan kendali.

Negeri, Negara & Menjadi Merdeka (I)

Kredit ilustrasi: akarfoundation.wordpress.com ‘Tim-Tim’, Orde Baru & Nasionalisme-Amarah “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya ..” (W.R. Soepratman, Indonesia Raya, 1945) POLITISI mempunyai budaya politik tertentu. Di Indonesia,

Jalan Berliku Para Elite Papua

Eliezer Jan Bonay di rumahnya di Kota Wijhe, 31 Desember 1988. Kredit foto: John Rumbiak/ Suara Papua Nomor 5, Maret/April 1990/dokumentasi Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda

Selera Seni dan Kelas-Kelas Sosial

Marxist Art, Mexico City | by nunavut. Kredit foto: Flickr   BEBERAPA bulan lalu, terjadi sebuah obrolan antara saya dan seorang kawan yang bergelut di

Negara dan HAM: Satu Perjuangan Politik

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   Tanggapan untuk Umi Ma’rufah MEMBACA tanggapan Umi Ma’rufah (selanjutnya Umi), saya ragu hendak mulai menanggapi dari mana? Karena semua

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.