WTO Kalap, Perundingan Dibalap
Tenggat 30 April 2006 telah tamat. Teks kesepakatan yang disetujui di dalam Ministerial Declaration Hong Kong Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) kini terancam tak maju-maju. Modalitas
Tenggat 30 April 2006 telah tamat. Teks kesepakatan yang disetujui di dalam Ministerial Declaration Hong Kong Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) kini terancam tak maju-maju. Modalitas

Buku yang akan diulas ini menjadi salah satu bacaan wajib bagi siapa saja yang ingin berkenalan dengan dan menyelami horizon pemikiran operaismo.
Inilah pendapat yang dilontarkan sebuah koalisi pejabat dan pengusaha China, “Kalau China membiarkan perusahaan multinasional mengadakan merjer dan akuisisi seenaknya, China hanya akan menjadi pekerja
Pembaca yang budiman, IndoPROGRESS kini memiliki rubrik suplemen, bernama ‘Bergerak’. Pada rubrik baru ini akan ditampilkan perkembangan-perkembangan dari ‘lapangan’ pergerakan sosial di Indonesia. Artikel pertama
Prolog Pasang surut penegakan HAM dan pengungkapan kejahatan masa lalu di Indonesia, membuat kita, untuk kesekian kalinya, harus menarik nafas dalam-dalam. Setelah lebih dari dua
Ditunjuknya Mayjen Andi Tanribali Lamo sebagai Pjs. Gubernur Sulawesi Selatan adalah langkah mundur reformasi TNI. Pelantikan dagelan yang dilakukan hanya berselang satu jam, dengan mengeluarkan
Fauzi “OJI” Abdullah dalam kenangan JUMAT, 27 November 2009. Jarum jam menunjuk pukul 19.55. Malam itu, malam yang kudus. Umat muslim tengah merayakan hari raya
Superkaya di Indonesia: Konglomerat Orde Baru dan Birokrat Saudagar MAJALAH Forbes mengeluarkan laporan tahunan tentang 40 orang terkaya di Indonesia. Disebutkan bahwa Aburizal Bakrie, Menteri
MUNGKIN ini hanya kebetulan. Tak lama setelah Mahkamah Agung memenangkan gugatan Soeharto terhadap majalah Times karena pemberitaan tentang harta hasil korupsi ‘Bapak Pembangunan’ itu, Bank

Pekerjaan berkelanjutan sering kali tak lebih dari sekadar slogan. Masih tersimpan banyak ketimpangan, ketidakpastian, dan mengutamakan keuntungan.

Sebagian besar “korea-korea” yang ada sekarang terikat dalam jejaring oligarki, baik nasional atau daerah. Orientasi mereka selalu mempertahankankan kontrol atas sumber daya ekonomi dan politik.
SEJAK akhir Mei, dunia menyaksikan Turki yang mengalami pergolakan di Alun-alun Taksim dan Gezi. Kasus yang kini masih memanas itu, mulanya dipicu penolakan publik terhadap rencana pemerintah Recep Tayyip Erdogan untuk merombak kawasan hijau Alun-alun Gezi menjadi kompleks pertokoan.
Mengapa persoalan yang ‘tampak sepele’ ini memicu reaksi besar, sampai-sampai ada yang secara berlebihan menyebutnya Musim Semi Turki?
Memanasnya situasi Turki, oleh sebagian dinilai karena terlalu eksesifnya pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dalam merespons situasi. Sosok Erdogan juga dianggap sebagai faktor penting. Figur Perdana Menteri Turki itu, oleh Mustafa Akyol dianggap terlalu sering menggunakan teknik konfrontasi guna mengonsolidasi dukungan politik di basis pendukungnya. Namun, ini hanya menjelaskan pemicu, bukan penyebab dari pergoalakan Turki terkini.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.