1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 267

Paling Sering Dibaca

WTO Kalap, Perundingan Dibalap

Tenggat 30 April 2006 telah tamat. Teks kesepakatan yang disetujui di dalam Ministerial Declaration Hong Kong Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) kini terancam tak maju-maju. Modalitas

Apakah Indonesia Kekecualian?

Inilah pendapat yang dilontarkan sebuah koalisi pejabat dan pengusaha China, “Kalau China membiarkan perusahaan multinasional mengadakan merjer dan akuisisi seenaknya, China hanya akan menjadi pekerja

Rubrik Baru: BERGERAK

Pembaca yang budiman, IndoPROGRESS kini memiliki rubrik suplemen, bernama ‘Bergerak’. Pada rubrik baru ini akan ditampilkan perkembangan-perkembangan dari ‘lapangan’ pergerakan sosial di Indonesia. Artikel pertama

KKP Mendaki Terjalnya Perdamaian

Prolog Pasang surut penegakan HAM dan pengungkapan kejahatan masa lalu di Indonesia, membuat kita, untuk kesekian kalinya, harus menarik nafas dalam-dalam. Setelah lebih dari dua

Monthly Edition

Superkaya di Indonesia: Konglomerat Orde Baru dan Birokrat Saudagar MAJALAH Forbes mengeluarkan laporan tahunan tentang 40 orang terkaya di Indonesia. Disebutkan bahwa Aburizal Bakrie, Menteri

Bebas Utang Selama 19 Tahun?

MUNGKIN ini hanya kebetulan. Tak lama setelah Mahkamah Agung memenangkan gugatan Soeharto terhadap majalah Times karena pemberitaan tentang harta hasil korupsi ‘Bapak Pembangunan’ itu, Bank

Pergolakan Turki

SEJAK akhir Mei, dunia menyaksikan Turki yang mengalami pergolakan di Alun-alun Taksim dan Gezi. Kasus yang kini masih memanas itu, mulanya dipicu penolakan publik terhadap rencana pemerintah Recep Tayyip Erdogan untuk merombak kawasan hijau Alun-alun Gezi menjadi kompleks pertokoan.

Mengapa persoalan yang ‘tampak sepele’ ini memicu reaksi besar, sampai-sampai ada yang secara berlebihan menyebutnya Musim Semi Turki?

Memanasnya situasi Turki, oleh sebagian dinilai karena terlalu eksesifnya pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dalam merespons situasi. Sosok Erdogan juga dianggap sebagai faktor penting. Figur Perdana Menteri Turki itu, oleh Mustafa Akyol dianggap terlalu sering menggunakan teknik konfrontasi guna mengonsolidasi dukungan politik di basis pendukungnya. Namun, ini hanya menjelaskan pemicu, bukan penyebab dari pergoalakan Turki terkini.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.