1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 265

Paling Sering Dibaca

Soekarno

Belanda Akuilah Kepahlawanan Sukarno!

Ilustrasi: Getty Images Negeri Belanda telah mengambil langkah-langkah penting untuk berdamai dengan masa lampau kolonialnya. Karena itu akan merupakan langkah yang tepat sekali seandainya kemudian

Jala Siksa Arabia

  : Sumiati binti Salan Mustapa 1. Di dusunku tak ada kail dan jala penghidupan. Apalagi kolam susu sumber nafkahku. Itu cuma syair punya Koes

Terbaru di rubrik Kajian

Utang Negara-negara Utara Kepada Negara-negara Selatan Utang Eksternal Negara-negara Berkembang Selatan telah membayar kembali utang eksternalnya kepada Utara. Pernyataan ini perlu kita kumandangkan kuat-kuat. Cerita

Edisi XXIV/2014

Daftar Isi: Mendaras Islam Politik dengan Kerangka Materialisme Sejarah Apa yang Demokratis dari Sosialisme   Kemenangan Jokowi dalam Pilpres kali ini tidak dapat dilepaskan dari

Menghimpun Kekuatan Gerakan Pekerja

Irsan Husain BEBERAPA waktu lalu kelas pekerja di Eropa melakukan demonstrasi besar-besaran. Ribuan demonstran turun ke jalan kota Madrid, Barcelona, dan Valencia. Mereka memprotes tindakan

Marta Harnecker di Rubrik Kajian

Simak tulisan terbaru di rubrik Kajian dari Marta Harnecker berjudul: Militer Venezuela: Terbentuknya Sebuah Peyimpangan. Redaksi.

Fitri Yang Istiqomah

LAHIR di Jakarta, besar di Karawang, kerja dan kuliah, menjadi ketua Kohati (Korps HMI-wati), aktif di FSPEK-KASBI dan kini juga kader PRP. Sekalimat tersebut barangkali

Mengapa Obama dan McCain setuju Bailout?

MENGIKUTI dari dekat pemilu presiden Amerika saat ini, saya merasa sungguh beruntung. Soalnya, inilah pemilu yang paling krusial bagi rakyat Amerika; yang akan menentukan wajah

Turut Meramaikan Sekolah Minggu

WACANA ‘Sekolah Minggu’ diluncurkan dengan gambaran tentang bagaimana secara historis sekolah formal di Indonesia tidak bisa terlepas dari konteks masyarakat yang melingkupinya. Pada jaman kolonial, sekolah formal di Indonesia didirikan sebagai mesin produksi Ambteenar Pemerintah Hindia Belanda. Mengutip Pramoedya, sekolah formal kala itu hanya melahirkan manusia bermental ‘jongos dan babu.’ Rupanya, kondisi semacam itu diwariskan sampai sekarang, ketika sekolah formal berada dalam sistem masyarakat kapitalis-industri. Sekolah formal kemudian berfungsi memperkuat sistem itu. Gagasan ini terbukti dengan kemunculan ‘buruh kerah putih’ yang berfungsi sebagai sekrup mesin produksi masyarakat kapitalistik. Alih-alih membebaskan muridnya, sekolah formal justru memperkeruh masalah dengan memunculkan ketidakadilan dan mempertegas segregasi kelas sosial dalam masyarakat.

Menjaga Seulawah Untuk Republik

Dari Seulawah pertama hingga ketiga 16 JUNI 1948. Bertempat di hotel Kutaraja, Banda Aceh, berhasil terkumpul 20 kg emas untuk republik. Emas inilah yang kemudian

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.