1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 266

Paling Sering Dibaca

Statistik Ekonomi yang Membingungkan

“Wah, sekarang sudah ramai ya! Sepeda motor dan mobil kini berseliweran di desa ini,” kata seseorang yang sudah lama tidak pulang ke kampung halamannya kepada teman lamanya di kampung itu. Temannya lalu mengiyakan, dan bersyukur bahwa kampungnya kini sudah maju. Bahkan, kadang-kadang jalanan macet.

Di mana-mana di Indonesia, kepadatan lalu lintas juga meningkat. Kata orang, ini pertanda kemajuan perekonomian. Di kota besar seperti Jakarta, kemacetan menjadi bahasa setiap saat. Kita pun sering mengeluhkan kemacetan ini. Padahal, menurut “ilmu” tadi, kemacetan ini pertanda makin banyaknya kendaraan bermotor di Indonesia. Kemudian, makin banyaknya kendaraan bermotor adalah pertanda makin majunya perekonomian. Maka, kalau suatu ketika kita terjebak dalam kemacetan yang parah di Jakarta, daripada marah-marah menghabiskan tenaga, kita ucapkan syukur saja bahwa ekonomi Jakarta ternyata telah tumbuh dengan pesat.

Turut Meramaikan Sekolah Minggu

WACANA ‘Sekolah Minggu’ diluncurkan dengan gambaran tentang bagaimana secara historis sekolah formal di Indonesia tidak bisa terlepas dari konteks masyarakat yang melingkupinya. Pada jaman kolonial, sekolah formal di Indonesia didirikan sebagai mesin produksi Ambteenar Pemerintah Hindia Belanda. Mengutip Pramoedya, sekolah formal kala itu hanya melahirkan manusia bermental ‘jongos dan babu.’ Rupanya, kondisi semacam itu diwariskan sampai sekarang, ketika sekolah formal berada dalam sistem masyarakat kapitalis-industri. Sekolah formal kemudian berfungsi memperkuat sistem itu. Gagasan ini terbukti dengan kemunculan ‘buruh kerah putih’ yang berfungsi sebagai sekrup mesin produksi masyarakat kapitalistik. Alih-alih membebaskan muridnya, sekolah formal justru memperkeruh masalah dengan memunculkan ketidakadilan dan mempertegas segregasi kelas sosial dalam masyarakat.

karpet merah darah untuk sang jendral

jendral aku masih ingat kau membiarkan pasukanmu menyerbu kantor PDI itu terjadi tanggal 27 juli ‘96 di jalan diponegoro masikah kau ingat korban dibantai pasukanmu

Terbaru di rubrik Kajian

Utang Negara-negara Utara Kepada Negara-negara Selatan Utang Eksternal Negara-negara Berkembang Selatan telah membayar kembali utang eksternalnya kepada Utara. Pernyataan ini perlu kita kumandangkan kuat-kuat. Cerita

Menakar Ulang Hak Pengusahaan Perairan Pesisir

BELUM selesai dengan pro-kontra dari penetapan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM), masyarakat Indonesia kembali dikejutkan dengan lahirnya Undang-undang Pengelolaan Wilayah Pesisir

Soekarno

Belanda Akuilah Kepahlawanan Sukarno!

Ilustrasi: Getty Images Negeri Belanda telah mengambil langkah-langkah penting untuk berdamai dengan masa lampau kolonialnya. Karena itu akan merupakan langkah yang tepat sekali seandainya kemudian

Memperjuangkan 2017

TAHUN 2016 telah berakhir. Bagi banyak orang di Bumi ini, tahun 2016 dapat dikatakan sebagai tahun yang benar-benar kupret secara politik. Dari semakin menguatnya ekspresi

Melawan Kediktatoran Televisi

MEMAHAMI keberadaan televisi (TV) sebagai sebuah kekuatan ekonomi-politik, akan membantu kita menjelaskan berbagai macam kejadian seputar keberadaan media berteknologi audio-visual. TV, yang telah terbukti membawa

Potret Reformasi TNI 2006

Sepanjang tahun 2006, sejumlah agenda transisi demokrasi berkait reformasi sektor keamanan, khususnya TNI berjalan lambat. Di sektor ini, Pemerintahan SBY-JK masih menjalankan reformasi TNI yang

Menentang Individualisasi Kasus Pemerkosaan

 Tanggapan Untuk Angga Septiano   DALAM tulisannya di Qureta.com berjudul “Kasus Pemerkosaan dan Peliknya Cara Berpikir Masyarakat”, Angga membahas perihal kasus pemerkosaan yang menimpa Yuyun

Jala Siksa Arabia

  : Sumiati binti Salan Mustapa 1. Di dusunku tak ada kail dan jala penghidupan. Apalagi kolam susu sumber nafkahku. Itu cuma syair punya Koes

LKIP Edisi 22

Karya – Umbrella Movement: Ketika Pelajar Hong Kong Bergerak Menuntut Demokrasi di Jalanan Catatan Kawan – Hai Ogawa Liputan – Agam Wispi: Tentang Menjadi Eksil, Puisi

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.