1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 266

Paling Sering Dibaca

Soal Kaoem Boeroeh Perempoean Indonesia

Permoelaan Saudara-saudara sekalian, kawan-kawankoe sefaham, salam dan bahagia dan kegembiraan hati dari saudara-saudara Istri Sedar saja sampaikan pada kamoe sekalian. Walaupoen soal jang kami haroes

Lautan Solidaritas di Montreal

Memahami Gerakan Perlawanan Publik untuk Pendidikan Murah PADA AKSI MENENTANG G20-TORONTO lalu, saya mengenakan kain merah bersegi empat-berpeniti emas itu. Sejak itu pula ikon ini

Edisi XXXIV/2015

Daftar isi: Kiri yang Berumah di Awan Anwar ‘Sastro’ Ma’ruf: Gerakan Sosial Harus Membangun Partai Politik Sendiri   MENULIS adalah bekerja untuk keabadian, demikian tulis

Terbaru di rubrik Kajian

Utang Negara-negara Utara Kepada Negara-negara Selatan Utang Eksternal Negara-negara Berkembang Selatan telah membayar kembali utang eksternalnya kepada Utara. Pernyataan ini perlu kita kumandangkan kuat-kuat. Cerita

Soekarno

Belanda Akuilah Kepahlawanan Sukarno!

Ilustrasi: Getty Images Negeri Belanda telah mengambil langkah-langkah penting untuk berdamai dengan masa lampau kolonialnya. Karena itu akan merupakan langkah yang tepat sekali seandainya kemudian

Neoliberalisme Kena Batunya

KALI INI neoliberalisme terpojok. Pemerintah Amerika Serikat menghadapi dilema dalam mengatasi krisis keuangan terberat setelah depresi besar pada tahun 1930-an.

Pilihannya adalah antara membiarkan mekanisme ”pasar bebas” mengoreksi segala kebobrokan finansial yang kian membubung selama 10 tahun atau melakukan intervensi pemerintah untuk mengerem laju percepatan krisis dan mengembalikan kepercayaan terhadap perekonomian negara adidaya itu.

karpet merah darah untuk sang jendral

jendral aku masih ingat kau membiarkan pasukanmu menyerbu kantor PDI itu terjadi tanggal 27 juli ‘96 di jalan diponegoro masikah kau ingat korban dibantai pasukanmu

Tak Ada Yang Disebut Kecelakaan

BENCANA  Tokyo beberapa hari belakangan ini, begitu menyita perhatian warga dunia. Gempa 8,9 skala richter yang berujung pada ledakan beberapa reaktor Nuklir Fukushima Daiichi, menambah

Statistik Ekonomi yang Membingungkan

“Wah, sekarang sudah ramai ya! Sepeda motor dan mobil kini berseliweran di desa ini,” kata seseorang yang sudah lama tidak pulang ke kampung halamannya kepada teman lamanya di kampung itu. Temannya lalu mengiyakan, dan bersyukur bahwa kampungnya kini sudah maju. Bahkan, kadang-kadang jalanan macet.

Di mana-mana di Indonesia, kepadatan lalu lintas juga meningkat. Kata orang, ini pertanda kemajuan perekonomian. Di kota besar seperti Jakarta, kemacetan menjadi bahasa setiap saat. Kita pun sering mengeluhkan kemacetan ini. Padahal, menurut “ilmu” tadi, kemacetan ini pertanda makin banyaknya kendaraan bermotor di Indonesia. Kemudian, makin banyaknya kendaraan bermotor adalah pertanda makin majunya perekonomian. Maka, kalau suatu ketika kita terjebak dalam kemacetan yang parah di Jakarta, daripada marah-marah menghabiskan tenaga, kita ucapkan syukur saja bahwa ekonomi Jakarta ternyata telah tumbuh dengan pesat.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.