1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 268

Paling Sering Dibaca

Menyikapi “Putaran Pembangunan”

SETELAH melewati enam hari perundingan eksklusif dan tertutup (13-18 Desember 2005), keputusan mengenai adanya Ministerial Declaration sebenarnya mengejutkan seluruh pihak. Apalagi bila diingat bahwa, terutama

Masih Efektifkah Negara Budiman?

Tanggapan untuk Indrasari Tjandraningsih DUA artikel dari Indrasari Tjandraningsih, yang secara khusus membahas soal pasar kerja fleksibel (lihat di sini dan di sini), menarik untuk

Luiza Erundina de Souza

Catatan untuk Wilson Artikel panjang Wilson, “Kaum Pergerakan dan Politik Lokal,” menarik untuk ditindaklanjuti. Setelah melakukan penilaian dan sejumlah kritik, artikel itu menawarkan sesuatu yang

Mengalami Bencana

[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/129644026″ params=”color=ff6600&auto_play=false&show_artwork=true” width=”100%” height=”166″ iframe=”true” /]

Terbaru di Rubrik Kajian

Papua Harus Ber-Swadeshi Kebebasan politik tidaklah cukup. Perjuangan rakyat Papua Barat hanya mungkin meraih keberhasilan jika seluruh rakyat Papua bersatu. Dan mereka hanya bisa bersatu

Terbaru di rubrik Bergerak

Draft Rancangan KegiatanSIMPOSIUM MARXISME INDONESIA I Karl Marx adalah filsuf, ahli ekonomi, ahli sejarah, sekaligus sosiolog. Dianggap demikian karena pemikirannya banyak memberikan sumbangan terhadap disiplin-disiplin

Berburu Investasi, Kasus Cina

Sejak gong reformasi ditabuh Deng Xiaoping pada 1978, ekonomi Cina bertumbuh secara fantastis. Lebih mencengangkan, pertumbuhan tinggi itu berlangsung relatif stabil. Laporan organisasi buruh internasional

Joel Rocamora di Kajian

Simak tulisan terbaru di rubrik ‘Kajian‘ dari Joel Rocamora (Institute for Popular Democracy), mantan pimpinan Akbayan (Citizen Actions’ Party) Filipina, berjudul: Meretas Hal-hal Mustahil: Pembangunan

Surat Pembaca

SALAM kenal, saya hendak menanyakan pada rekan-rekan IndoProggres,

Apakah buruh sebagai kelas masih dapat dipercaya untuk menjadi garda depan dalam revolusi jika melihat kondisi saat ini? Sepenglihatan saya, gerakan buruh terlalu mementingkan isu jangka pendek seperti kenaikan upah, setelah tuntutan dipenuhi mereka mereda dan tidak pernah berpikir melakukan revolusi, bahkan mereka nampaknya tidak berminat sama sekali karena sudah nyaman dengan kondisi yang ada.

Terimakasih

Fikiri Disyacitta

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.