
Nusantara: Pembantaian Massal di Orde Baru
Warisan kekerasan 1965 dan pembangunan ekonomi yang bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam membentuk politik Indonesia hingga kejatuhan Suharto pada 1998 dan sesudahnya.

Warisan kekerasan 1965 dan pembangunan ekonomi yang bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam membentuk politik Indonesia hingga kejatuhan Suharto pada 1998 dan sesudahnya.
Simak tulisan terbaru di rubrik Kajian dari Marta Harnecker berjudul: Militer Venezuela: Terbentuknya Sebuah Peyimpangan. Redaksi.
Fauzi “OJI” Abdullah dalam kenangan JUMAT, 27 November 2009. Jarum jam menunjuk pukul 19.55. Malam itu, malam yang kudus. Umat muslim tengah merayakan hari raya

TAHUN 2016 telah berakhir. Bagi banyak orang di Bumi ini, tahun 2016 dapat dikatakan sebagai tahun yang benar-benar kupret secara politik. Dari semakin menguatnya ekspresi
MENGIKUTI dari dekat pemilu presiden Amerika saat ini, saya merasa sungguh beruntung. Soalnya, inilah pemilu yang paling krusial bagi rakyat Amerika; yang akan menentukan wajah
Dari Seulawah pertama hingga ketiga 16 JUNI 1948. Bertempat di hotel Kutaraja, Banda Aceh, berhasil terkumpul 20 kg emas untuk republik. Emas inilah yang kemudian
SEJAK akhir Mei, dunia menyaksikan Turki yang mengalami pergolakan di Alun-alun Taksim dan Gezi. Kasus yang kini masih memanas itu, mulanya dipicu penolakan publik terhadap rencana pemerintah Recep Tayyip Erdogan untuk merombak kawasan hijau Alun-alun Gezi menjadi kompleks pertokoan.
Mengapa persoalan yang ‘tampak sepele’ ini memicu reaksi besar, sampai-sampai ada yang secara berlebihan menyebutnya Musim Semi Turki?
Memanasnya situasi Turki, oleh sebagian dinilai karena terlalu eksesifnya pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dalam merespons situasi. Sosok Erdogan juga dianggap sebagai faktor penting. Figur Perdana Menteri Turki itu, oleh Mustafa Akyol dianggap terlalu sering menggunakan teknik konfrontasi guna mengonsolidasi dukungan politik di basis pendukungnya. Namun, ini hanya menjelaskan pemicu, bukan penyebab dari pergoalakan Turki terkini.
Catatan untuk Wilson Artikel panjang Wilson, “Kaum Pergerakan dan Politik Lokal,” menarik untuk ditindaklanjuti. Setelah melakukan penilaian dan sejumlah kritik, artikel itu menawarkan sesuatu yang
ARTIKEL saya sebenarnya bertujuan untuk menjelaskan kenapa Morsi jatuh dari kekuasaannya yang terpilih secara demokratis di sebuah negara yang demam revolusinya tengah berkobar. Tetapi rupanya Waluyo menganggap bahwa dengan menjelaskan sebab-sebab kejatuhan Morsi, yang kemudian ditelikung oleh kudeta militer itu, tak lain merupakan pembenaran atau pembiaran atas kudeta militer tersebut. Waluyo rupanya ingin agar saya tak perlu memberi penjelasan, tak usah mencari tahu sebab-sebab kenapa Morsi yang kekuasaannya baru seumur jagung itu didemonstrasi oleh puluhan juta rakyat Mesir. Usaha seperti itu, menurut Waluyo, adalah sia-sia, toh Morsi jatuh oleh kudeta militer. Yang paling penting bagi Waluyo adalah bagaimana sikap saya terhadap kudeta militer itu sendiri. Mendukung atau menolak? Berdiri di barisan pemerintahan yang sah (legitimate) atau berdiam serta berpihak pada kudeta militer?
MEMAHAMI keberadaan televisi (TV) sebagai sebuah kekuatan ekonomi-politik, akan membantu kita menjelaskan berbagai macam kejadian seputar keberadaan media berteknologi audio-visual. TV, yang telah terbukti membawa
Ikatan Baru Pasca Keterpisahan Yang Usang Perdebatan tentang kebutuhan dibentuknya sebuah front politik sebenarnya bukan hal baru. Beberapa konsep serupa sudah pernah diinisiasi kawan-kawan yang
Inilah pendapat yang dilontarkan sebuah koalisi pejabat dan pengusaha China, “Kalau China membiarkan perusahaan multinasional mengadakan merjer dan akuisisi seenaknya, China hanya akan menjadi pekerja
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.