Menjaga Seulawah Untuk Republik
Dari Seulawah pertama hingga ketiga 16 JUNI 1948. Bertempat di hotel Kutaraja, Banda Aceh, berhasil terkumpul 20 kg emas untuk republik. Emas inilah yang kemudian
Dari Seulawah pertama hingga ketiga 16 JUNI 1948. Bertempat di hotel Kutaraja, Banda Aceh, berhasil terkumpul 20 kg emas untuk republik. Emas inilah yang kemudian
ARTIKEL saya sebenarnya bertujuan untuk menjelaskan kenapa Morsi jatuh dari kekuasaannya yang terpilih secara demokratis di sebuah negara yang demam revolusinya tengah berkobar. Tetapi rupanya Waluyo menganggap bahwa dengan menjelaskan sebab-sebab kejatuhan Morsi, yang kemudian ditelikung oleh kudeta militer itu, tak lain merupakan pembenaran atau pembiaran atas kudeta militer tersebut. Waluyo rupanya ingin agar saya tak perlu memberi penjelasan, tak usah mencari tahu sebab-sebab kenapa Morsi yang kekuasaannya baru seumur jagung itu didemonstrasi oleh puluhan juta rakyat Mesir. Usaha seperti itu, menurut Waluyo, adalah sia-sia, toh Morsi jatuh oleh kudeta militer. Yang paling penting bagi Waluyo adalah bagaimana sikap saya terhadap kudeta militer itu sendiri. Mendukung atau menolak? Berdiri di barisan pemerintahan yang sah (legitimate) atau berdiam serta berpihak pada kudeta militer?
Fauzi “OJI” Abdullah dalam kenangan JUMAT, 27 November 2009. Jarum jam menunjuk pukul 19.55. Malam itu, malam yang kudus. Umat muslim tengah merayakan hari raya
Irsan Husain BEBERAPA waktu lalu kelas pekerja di Eropa melakukan demonstrasi besar-besaran. Ribuan demonstran turun ke jalan kota Madrid, Barcelona, dan Valencia. Mereka memprotes tindakan
MENGIKUTI dari dekat pemilu presiden Amerika saat ini, saya merasa sungguh beruntung. Soalnya, inilah pemilu yang paling krusial bagi rakyat Amerika; yang akan menentukan wajah
Inilah pendapat yang dilontarkan sebuah koalisi pejabat dan pengusaha China, “Kalau China membiarkan perusahaan multinasional mengadakan merjer dan akuisisi seenaknya, China hanya akan menjadi pekerja
MEMAHAMI keberadaan televisi (TV) sebagai sebuah kekuatan ekonomi-politik, akan membantu kita menjelaskan berbagai macam kejadian seputar keberadaan media berteknologi audio-visual. TV, yang telah terbukti membawa
SEJAK akhir Mei, dunia menyaksikan Turki yang mengalami pergolakan di Alun-alun Taksim dan Gezi. Kasus yang kini masih memanas itu, mulanya dipicu penolakan publik terhadap rencana pemerintah Recep Tayyip Erdogan untuk merombak kawasan hijau Alun-alun Gezi menjadi kompleks pertokoan.
Mengapa persoalan yang ‘tampak sepele’ ini memicu reaksi besar, sampai-sampai ada yang secara berlebihan menyebutnya Musim Semi Turki?
Memanasnya situasi Turki, oleh sebagian dinilai karena terlalu eksesifnya pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dalam merespons situasi. Sosok Erdogan juga dianggap sebagai faktor penting. Figur Perdana Menteri Turki itu, oleh Mustafa Akyol dianggap terlalu sering menggunakan teknik konfrontasi guna mengonsolidasi dukungan politik di basis pendukungnya. Namun, ini hanya menjelaskan pemicu, bukan penyebab dari pergoalakan Turki terkini.

Daftar Isi: Mendaras Islam Politik dengan Kerangka Materialisme Sejarah Apa yang Demokratis dari Sosialisme Kemenangan Jokowi dalam Pilpres kali ini tidak dapat dilepaskan dari
MUNGKIN ini hanya kebetulan. Tak lama setelah Mahkamah Agung memenangkan gugatan Soeharto terhadap majalah Times karena pemberitaan tentang harta hasil korupsi ‘Bapak Pembangunan’ itu, Bank

Yogyakarta membutuhkan gerakan kolektif yang mampu melampaui batas-batas feodalisme dan kapitalisme lokal.
Arianto Sangaji Kompas, 17 Juli 2006 Komando Operasi Keamanan atau Koopskam mengakhiri tugasnya di Sulawesi Tengah, 4 Juli 2006, setelah bekerja enam bulan. Pertanyaannya, bagaimana
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.