
Gagalnya Nasionalisme NKRI di Papua
Sejak Indonesia masuk ke papua, nasionalisme tak pernah berjejak selain kematian dan impunitas

Sejak Indonesia masuk ke papua, nasionalisme tak pernah berjejak selain kematian dan impunitas

Karena sejarah Palestina adalah sejarah penjajahan, mereka harus punya hak untuk menentukan nasib mereka sendiri.

ADA banyak hal yang diajarkan masyarakat kepada kita tentang apa yang kodrati dan apa saja yang tidak. Dua di antaranya ialah perkawinan dan keluarga. Dari

“Saya merekomendasikan tujuh buku yang wajib dibaca dan dibedah, agar sedapat mungkin mengubah pandangan yang bias dan kabur menjadi kokoh dan fokus. Saya kira tujuh buku ini kiranya menjadi moda terakhir yang dapat menjadi senjata agar generasi “Indonesia Emas” tidak benar-benar menjadi kaleng rombeng.”

Rakyat tidak mempunyai pilihan partai politik yang bisa menjadi saluran aspirasi mereka untuk beroposisi, termasuk Partai Buruh yang menyatakan mendukung Prabowo-Gibran. Kekosongan tersebut harus diisi dengan pembangunan partai politik yang akan menjadi alat perjuangan terhadap rezim yang baru.

Tanggapan atas Rio Apinino dan Irwansyah PERTAMA sekali, terima kasih atas kritikan-kritikannya yang mengajak untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai isu-isu Masyarakat Indonesia dan Kapitalisme ini.
KALAU ADA teori Marx yang paling mengundang perdebatan, tidak salah lagi, itulah teori tentang Negara. Debat ini mungkin tak perlu muncul, kalau saja Marx sempat

Pembungkaman wacana kiri yang didukung dengan sebuah pengkeramatan religius akhirnya mempermudah penetrasi ideologi kapitalisme neoliberal di Indonesia. Potensi Pancasila sebagai benteng terhadap ideologi kapitalisme neoliberal menjadi terbengkalai karena begitu kuatnya pentabuan religius terhadap pemikiran kiri.

Dalam produksi sejarah resmi (official history), Dipa Nusantara Aidit atau D. N. Aidit (1923—1965) lebih dikenal dan dikenang sebagai seorang “penjahat” dan “pengkhianat bangsa” yang mendalangi peristiwa di malam jahanam Gerakan 30 September (G30S). Melalui film Pengkhianatan G30S/PKI garapan sutradara Arifin C. Noer (1984), sosok Aidit benar-benar buram, “lelaki gugup berwajah dingin dengan bibir yang selalu berlumur asap rokok” (Zulkifli, 2010: 2). Bayangan orang tentang D.N. Aidit banyak dipengaruhi oleh film yang sangat populer di Indonesia tahun 1984—1998 itu. Dalam film ini, digambarkan sosok Aidit sebagai orang yang paling jahat, penuh daya tipu muslihat, yang terus-menerus merokok, dan merupakan orang yang memerintahkan pembunuhan terhadap tujuh jenderal pada operasi G30S.

JAUH sebelum Roberto Bolaño, ada César Vallejo. Begitu kesan saya ketika membaca kumpulan puisi Vallejo yang diterjemahkan Gerard Malanga. Kedua penyair Amerika Latin itu dipertemukan

Fakta bahwa banyak dari orang-orang yang dituduh komunis ini menyerahkan diri dan tidak melawan bukanlah bukti bahwa mereka lemah atau naif.

Mengapa perlawanan masyarakat justru melemah?
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.