
Merayakan Marx Tua: Wawancara Marcello Musto (Bagian II)
Beberapa keraguan Marx mungkin malah lebih bermanfaat bagi kita hari ini daripada keyakinannya.

Beberapa keraguan Marx mungkin malah lebih bermanfaat bagi kita hari ini daripada keyakinannya.

Kredit foto:Pinterest When the missionaries came to Africa they had the bible and we had the land. They said “Let Us Pray”. We closed our

Bagaimana kapitalis membajak kemenangan pekerja, sayangnya, tidak dibahas Overwork.

Menyoal jerat finansialisasi dan mitos tentang utang pada buruh sawit dan komunitas petani plasma.
MENULIS sejarah bukan perkara mudah. Impian agar sejarawan bisa menghadirkan masa lalu sebagaimana sesungguhnya terjadi semakin jelas tidak mungkin terwujud. Seandainya ada mesin waktu yang

Pembacaan terhadap karya-karya Chairil umumnya terperangkap dalam mitos sastra (modern) Indonesia. Mitos ini telah terbekukan sebagai “Angkatan 45”, kemudian sebagai “binatang jalang” dalam gosip besar sastra Indonesia.

Pengembangan wisata Danau Toba seperti di Kecamatan Sianjur Mula-mula amburadul. Proyeknya merampas ruang masyarakat dan menyingkirkan mereka perlahan.

Pujian prematur atas performa demokrasi di Indonesia menyembunyikan masalah-masalah yang lebih mendasar. Hal ini menutup mata terhadap fakta bahwa kepentingan oligarki masih tidak tertandingi dan bahkan dapat semakin memperdalam iliberalisme.

Judul Buku: Depoliticing Development: The World Bank and Social Capital Penulis: John Harriss Penerbit: New Delhi, Leftworld Books Tahun terbit: 2001 Jumlah hlm: 145 hlm
BU ADE, begitu ia akrab disapa, telah berpulang pada 9 Juli 2011 di usia 72 tahun. Seorang perempuan hebat, ibu dan sahabat semua aktivis dan

Perdana Putri, lulusan Sastra Rusia UI, wara-wiri di Komune Rakapare Bandung, SEMAR UI, dan Remotivi Judul Buku : Identitas & Kenikmatan: Politik Budaya
PADA kesempatan ini, kita akan berteologi. Kita akan membangun suatu model teologi yang secara inheren berciri Marxis. Dan apa yang saya maksudkan bukanlah semacam perumusan ulang atas ‘teologi pembebasan’ para pastor revolusioner dari Amerika Latin. Kita perlu menaruh hormat pada mereka, tetapi sayang sekali kita tidak akan membahasnya di sini. Teologi pembebasan, kendati memiliki kegunaan emansipatoris (berguna, misalnya, sebagai sarana mobilisasi massa Kristiani demi tujuan-tujuan emansipasi revolusioner), tetaplah pada hitungan terakhir merupakan teologi dalam pengertiannya yang eksternal terhadap Marxisme, yakni teologi sebagaimana lazimnya yang melibatkan akhirat, dosa dan segala macam kredo biblikal terhadap yang transenden. Apa yang ingin saya upayakan di sini, sebaliknya, adalah membidani suatu teologi yang dilahirkan dari dalam rahim Marxisme sendiri—dibuahi oleh materialisme historis, dikandung oleh materialisme dialektis.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.