
Lingkaran Setan Utang Menjerat Buruh dan Tani Perkebunan Sawit
Menyoal jerat finansialisasi dan mitos tentang utang pada buruh sawit dan komunitas petani plasma.

Menyoal jerat finansialisasi dan mitos tentang utang pada buruh sawit dan komunitas petani plasma.
MENULIS sejarah bukan perkara mudah. Impian agar sejarawan bisa menghadirkan masa lalu sebagaimana sesungguhnya terjadi semakin jelas tidak mungkin terwujud. Seandainya ada mesin waktu yang

Beberapa keraguan Marx mungkin malah lebih bermanfaat bagi kita hari ini daripada keyakinannya.

Bagaimana kapitalis membajak kemenangan pekerja, sayangnya, tidak dibahas Overwork.

Buku ini secara keseluruhan memberikan keterangan-keterangan yang cukup terperi ihwal apa saja pemikiran, teori, konsep, dan pendekatan Marx terhadap persoalan-persoalan inti di dalam disiplin antropologi. Bagi saya sendiri, buku ini lebih merupakan sebuah biografi. Bedanya dengan biografi-biografi Marx lainnya, di dalam buku ini Marx berdiri sebagai antropolog. Sebagai biografi intelektual, buku ini memang mesti diperlakukan sebagai pengantar. Di dalamnya pembaca akan mendapati kutipan-kutipan langsung atas apa yang dikatakan Marx berkenaan dengan berbagai persoalan teoritis yang juga digeluti antropolog. Seringkali kutipan itu panjangnya sepertiga halaman buku. Bagi pembaca yang sudah lebih dahulu akrab dengan karya-karya Marx, tampak model penulisan buku ini buang-buang ruang. Tetapi buat pelajar pemula, cara ini dapat menolong kita untuk menengok langsung ke dalam kata-kata Marx sendiri perihal apa yang hendak dijelaskannya.

Pembacaan terhadap karya-karya Chairil umumnya terperangkap dalam mitos sastra (modern) Indonesia. Mitos ini telah terbekukan sebagai “Angkatan 45”, kemudian sebagai “binatang jalang” dalam gosip besar sastra Indonesia.

Pengembangan wisata Danau Toba seperti di Kecamatan Sianjur Mula-mula amburadul. Proyeknya merampas ruang masyarakat dan menyingkirkan mereka perlahan.

Hanya kekuatan fisik dan massa yang mampu menciptakan disrupsi dan mengubah perimbangan kekuatan agar lebih berpihak pada rakyat pekerja.

Pujian prematur atas performa demokrasi di Indonesia menyembunyikan masalah-masalah yang lebih mendasar. Hal ini menutup mata terhadap fakta bahwa kepentingan oligarki masih tidak tertandingi dan bahkan dapat semakin memperdalam iliberalisme.

Judul Buku: Depoliticing Development: The World Bank and Social Capital Penulis: John Harriss Penerbit: New Delhi, Leftworld Books Tahun terbit: 2001 Jumlah hlm: 145 hlm
BU ADE, begitu ia akrab disapa, telah berpulang pada 9 Juli 2011 di usia 72 tahun. Seorang perempuan hebat, ibu dan sahabat semua aktivis dan
PADA kesempatan ini, kita akan berteologi. Kita akan membangun suatu model teologi yang secara inheren berciri Marxis. Dan apa yang saya maksudkan bukanlah semacam perumusan ulang atas ‘teologi pembebasan’ para pastor revolusioner dari Amerika Latin. Kita perlu menaruh hormat pada mereka, tetapi sayang sekali kita tidak akan membahasnya di sini. Teologi pembebasan, kendati memiliki kegunaan emansipatoris (berguna, misalnya, sebagai sarana mobilisasi massa Kristiani demi tujuan-tujuan emansipasi revolusioner), tetaplah pada hitungan terakhir merupakan teologi dalam pengertiannya yang eksternal terhadap Marxisme, yakni teologi sebagaimana lazimnya yang melibatkan akhirat, dosa dan segala macam kredo biblikal terhadap yang transenden. Apa yang ingin saya upayakan di sini, sebaliknya, adalah membidani suatu teologi yang dilahirkan dari dalam rahim Marxisme sendiri—dibuahi oleh materialisme historis, dikandung oleh materialisme dialektis.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.