
Negara Kesejahteraan demi Masyarakat yang Sejahtera
Agenda negara kesejahteraan perlu melampaui karakter reaksioner di negara kapitalis Barat yang cenderung bersikap alergi dengan agenda ekonomi-politik non atau anti-kapitalistik.

Agenda negara kesejahteraan perlu melampaui karakter reaksioner di negara kapitalis Barat yang cenderung bersikap alergi dengan agenda ekonomi-politik non atau anti-kapitalistik.

Pendidikan tinggi di Indonesia sudah sejak lama dijalankan dengan asas liberal. RUU Sisdiknas yang ada di DPR sekarang masih setia dengan itu.

Mereka yang menjalani kehidupan agraris terus mengalami penyingkiran bahkan kekerasan. Kapital telah secara agresif memperluas wilayah geografisnya hingga perdesaan untuk mendapatkan sumber daya alam, tenaga kerja murah dan membuka pasar baru.

Dalam kerangka neokolonialisme, negara-negara yang ditaklukkan tetap berdiri secara formal, lengkap dengan institusi-institusi lokalnya yang berfungsi menjaga keutuhan sosial masyarakat. Namun kedaulatan mereka sesungguhnya telah terpecah-pecah. Pengerukan kekayaan ke luar negeri dan campur tangan terhadap dinamika politik dalam negeri berlangsung atas seizin dan keterlibatan para birokrat politik domestik sendiri.

Beberapa keraguan Marx mungkin malah lebih bermanfaat bagi kita hari ini daripada keyakinannya.

Kiprah politik PKI penuh dengan kisah-kisah sejarah yang menarik

BOLA mata para jendral dicungkil dari tempatnya, sekujur tubuhnya dikuliti dan kemaluan mereka dipotong. Mayat yang tak lagi utuh tersebut dikumpulkan dalam satu sumur mati di wilayah Lubang Buaya, Jakarta. Di atas sumur mati tersebut para wanita sundal menari ‘Tari harum Bunga’ dengan bugil merayakan kemenangan. Tarian setan tersebut diiringi lagu Gendjer Gendjer yang bernuansa mistis. Maka, lengkap sudah segala kegerian dimalam jahaman 1 Oktober 1965 tersebut.

Bagaimana kapitalis membajak kemenangan pekerja, sayangnya, tidak dibahas Overwork.

Kredit foto:Pinterest When the missionaries came to Africa they had the bible and we had the land. They said “Let Us Pray”. We closed our

Buku ini secara keseluruhan memberikan keterangan-keterangan yang cukup terperi ihwal apa saja pemikiran, teori, konsep, dan pendekatan Marx terhadap persoalan-persoalan inti di dalam disiplin antropologi. Bagi saya sendiri, buku ini lebih merupakan sebuah biografi. Bedanya dengan biografi-biografi Marx lainnya, di dalam buku ini Marx berdiri sebagai antropolog. Sebagai biografi intelektual, buku ini memang mesti diperlakukan sebagai pengantar. Di dalamnya pembaca akan mendapati kutipan-kutipan langsung atas apa yang dikatakan Marx berkenaan dengan berbagai persoalan teoritis yang juga digeluti antropolog. Seringkali kutipan itu panjangnya sepertiga halaman buku. Bagi pembaca yang sudah lebih dahulu akrab dengan karya-karya Marx, tampak model penulisan buku ini buang-buang ruang. Tetapi buat pelajar pemula, cara ini dapat menolong kita untuk menengok langsung ke dalam kata-kata Marx sendiri perihal apa yang hendak dijelaskannya.

Menyoal jerat finansialisasi dan mitos tentang utang pada buruh sawit dan komunitas petani plasma.

Judul Buku: Depoliticing Development: The World Bank and Social Capital Penulis: John Harriss Penerbit: New Delhi, Leftworld Books Tahun terbit: 2001 Jumlah hlm: 145 hlm
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.