
Golput
Tanggapan untuk Franz Magnis-Suseno Franz von Magnis (lengkapnya Maria Franz Anton Valerian Benedictus Ferdinand von Magnis) atau yang lebih dikenal dengan nama Franz Magnis-Suseno, menuliskan

Tanggapan untuk Franz Magnis-Suseno Franz von Magnis (lengkapnya Maria Franz Anton Valerian Benedictus Ferdinand von Magnis) atau yang lebih dikenal dengan nama Franz Magnis-Suseno, menuliskan

Masalah utama dari kasus PT GNI adalah eksploitasi terhadap pekerja, baik TKA atau lokal, serta ketidakpedulian pemerintah terhadap hal tersebut dan malah berpihak kepada perusahaan.

Kredit foto: VIVA ARTIKEL Tabayyun saya bulan lalu, “Menuju Fikih Mayoritas” mendapatkan beberapa tanggapan menarik. Salah satunya adalah tanggapan cerdas dari kolega saya, Zain Maulana,

BERAKHIRNYA Perang Dingin telah menciptakan ketidakpastian di Kawasan Asia Pasifik yang mempengaruhi pola hubungan antarnegara. Pola hubungan ini terutama erat hubungannya dengan isu keamanan dan

Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp) TUJUAN utama dari tulisan ini adalah untuk memberikan penjelasan teoretis mengenai asal-usul dan transformasi dari ‘kedaulatan’ di Asia Tenggara.

PADA bagian pertama kita telah membahas fakta-fakta, runutan argumentasi, serta eksperimen yang membawa kita pada kesimpulan bahwa Bumi ini bulat. Kesemuanya dilakukan dengan teknologi yang

Dorongan anti-imperialisme sebenarnya telah lama berlangsung. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ia semakin menimbulkan kekhawatiran di kalangan Barat akibat berbagai perubahan dan dinamika geopolitik yang muncul.

Bagaimana gerakan sosialis Cile mampu bangkit dari kekalahan dan akhirnya berkuasa?

Mungkin tidak ada kata yang sepopuler istilah ‘critical’/’kritis’ dalam ilmu sosial dan humaniora dewasa ini. Selain ‘seksi’, istilah ini sering dipakai untuk memberikan nuansa ‘kebaruan’, ‘tidak ikut arus utama’ maupun ‘anti-tradisi.’ Mirip dengan penggunaan istilah-istilah lain—walau berbeda makna—seperti ‘interdisipliner’, ‘transdisipliner’ dll, kata ini menjadi paspor agar sebuah analisis dianggap ‘berkualitas’. Namun, seringkali kata ini kehilangan makna dan digunakan tidak lebih dari sekedar bungkusan belaka. Terutama di bawah payung postmodernisme, istilah ‘kritis’ ditelanjangi dari akar sejarahnya dan digunakan untuk semangat dekonstruksi tanpa rekonstruksi.


Sejarah seluruh masyarakat merupakan sejarah perjuangan kelas, kata Marx. Kalau kemerdekaan Indonesia?

Informalisasi ekonomi dan deindustrialisasi meluas yang dialami Indonesia menghasilkan generasi anak muda yang bekerja serabutan dan tidak memiliki kepastian kerja
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.