1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 20

Paling Sering Dibaca

Dinamika Kelas Dalam Perubahan Agraria

Devy Dhian Cahyati, Mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Politik Pemerintahan UGM   Judul buku: Class Dynamics of Agrarian Change Penulis: Henry Berntein Penerbit: Fernwood Publishing, 2010

Kritik Sastra dan Sastra Populer

Makalah ini pernah disampaikan dalam diskusi “Keruntuhan Kritik Sastra di Era Populer” di UIN Badung   “Akhir-akhir ini kita dipekakkan oleh perkataan krisis. Krisis ini

Golput

Tanggapan untuk Franz Magnis-Suseno Franz von Magnis (lengkapnya Maria Franz Anton Valerian Benedictus Ferdinand von Magnis) atau yang lebih dikenal dengan nama Franz Magnis-Suseno, menuliskan

Mayoritas dan Minoritas dalam Islam

Kredit foto: VIVA ARTIKEL Tabayyun saya bulan lalu, “Menuju Fikih Mayoritas” mendapatkan beberapa tanggapan menarik. Salah satunya adalah tanggapan cerdas dari kolega saya, Zain Maulana,

Internasionalisasi Selat Malaka

BERAKHIRNYA Perang Dingin telah menciptakan ketidakpastian di Kawasan Asia Pasifik yang mempengaruhi pola hubungan antarnegara. Pola hubungan ini terutama erat hubungannya dengan isu keamanan dan

Neoliberalisasi Pendidikan Tinggi dan Reproduksi Ekonomi Oligarki

Lemahnya penyerapan tenaga kerja berubah menjadi persoalan kualitas lulusan, serta pekerjaan yang rentan berubah menjadi persoalan kemampuan individu untuk beradaptasi. Menyempitnya basis produktif ekonomi berubah menjadi persoalan perguruan tinggi yang dianggap usang.

Rangkaian kritik terhadap tiga pendekatan ‘kritis’ kajian budaya (Bag. 3, habis)

Mungkin tidak ada kata yang sepopuler istilah ‘critical’/’kritis’ dalam ilmu sosial dan humaniora dewasa ini. Selain ‘seksi’, istilah ini sering dipakai untuk memberikan nuansa ‘kebaruan’, ‘tidak ikut arus utama’ maupun ‘anti-tradisi.’ Mirip dengan penggunaan istilah-istilah lain—walau berbeda makna—seperti ‘interdisipliner’, ‘transdisipliner’ dll, kata ini menjadi paspor agar sebuah analisis dianggap ‘berkualitas’. Namun, seringkali kata ini kehilangan makna dan digunakan tidak lebih dari sekedar bungkusan belaka. Terutama di bawah payung postmodernisme, istilah ‘kritis’ ditelanjangi dari akar sejarahnya dan digunakan untuk semangat dekonstruksi tanpa rekonstruksi.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.