
COVID-19 dan Bangkrutnya Proyek Individu Neoliberal
Apa yang dilupakan dari glorifikasi kesuksesan individu-individu terpinggirkan seperti ini adalah kompleks kemiskinan dan kekerasan struktural yang melingkupi masyarakat secara luas.

Apa yang dilupakan dari glorifikasi kesuksesan individu-individu terpinggirkan seperti ini adalah kompleks kemiskinan dan kekerasan struktural yang melingkupi masyarakat secara luas.

Pada akhirnya, di tengah berbagai masalah yang kita, kaum 99%, hadapi saat ini di bawah sistem ekonomi politik kapitalisme neoliberal, yang kita butuhkan memang bukan feminisme liberal… Yang kita butuhkan adalah feminisme untuk 99%. ***

Foto: Wikicommons PENDEKATAN ekonomi-politik borjuis mengisolasi setiap fenomena sosial dari corak produksi (mode of production). Bedanya, ekonomi-politik Marxian mensyaratkan penjelasan tentang setiap fenomena dalam kerangka

Darsono adalah satu dari pribumi pertama yang memeluk komunisme. Kendati putus relasi dengan gerakan kiri di masa tua, namanya akan tetap selalu menggema dalam sejarah perkembangan komunisme di Indonesia; sekaligus sebagai proto-komunis di samping Semaun, Tan Malaka, dan Haji Misbach.

Sedikit kisah tentang Oetomo Ramelan, Wali Kota Surakarta dari PKI saat terjadi G30S

SATU hal yang langsung terpikir ketika mendengar kata “Bali” adalah lanskap wisata “surga” nya. Semilir pantai, ragam kesenian, ukiran, dan sawah membentang— menjadi imajinasi liar

SALAH satu hal penting yang dihadapi oleh Presiden Jokowi dalam lima tahun masa jabatannya adalah bagaimana mengurus militer. Dia adalah presiden sipil keempat setelah Suharto

Henri de Lubac SJ. Kredit ilustrasi: Thinking Faith ‘Allah adalah Dia yang berada dekat bahkan bersatu dengan manusia.’ DEMIKIANLAH salah satu pemikiran yang terkenal
Poster oleh Alit Ambara HARUS diakui bahwa sampai sekarang, gerakan Kiri masihlah menjadi pemain yang marjinal dalam kancah politik nasional. Di tengah semakin marak

Devy Dhian Cahyati, Mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Politik Pemerintahan UGM Judul buku: Class Dynamics of Agrarian Change Penulis: Henry Berntein Penerbit: Fernwood Publishing, 2010

Makalah ini pernah disampaikan dalam diskusi “Keruntuhan Kritik Sastra di Era Populer” di UIN Badung “Akhir-akhir ini kita dipekakkan oleh perkataan krisis. Krisis ini

Tanggapan untuk Franz Magnis-Suseno Franz von Magnis (lengkapnya Maria Franz Anton Valerian Benedictus Ferdinand von Magnis) atau yang lebih dikenal dengan nama Franz Magnis-Suseno, menuliskan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.