
Oetomo Ramelan: Wali Kota Merah dan Akrobatnya dalam G30S di Surakarta
Sedikit kisah tentang Oetomo Ramelan, Wali Kota Surakarta dari PKI saat terjadi G30S

Sedikit kisah tentang Oetomo Ramelan, Wali Kota Surakarta dari PKI saat terjadi G30S

Foto: Wikicommons PENDEKATAN ekonomi-politik borjuis mengisolasi setiap fenomena sosial dari corak produksi (mode of production). Bedanya, ekonomi-politik Marxian mensyaratkan penjelasan tentang setiap fenomena dalam kerangka

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) SOSOK Aidit selalu populer setiap peristiwa Gestok/65 digulirkan dalam pertarungan wacana. Di tingkat akar rumput, banyak yang menilai dan

Teknokrat utama Orde Baru paling tepat digambarkan sebagai konservatif dadakan. Para Mafia Berkeley itu percaya pada keyakinan akan “rasionalitas” perencanaan kapitalis dan merangkul politik konservatif sebagai hasil dari kebutuhan politik dalam konteks konsolidasi otoriter

SALAH satu hal penting yang dihadapi oleh Presiden Jokowi dalam lima tahun masa jabatannya adalah bagaimana mengurus militer. Dia adalah presiden sipil keempat setelah Suharto

SATU hal yang langsung terpikir ketika mendengar kata “Bali” adalah lanskap wisata “surga” nya. Semilir pantai, ragam kesenian, ukiran, dan sawah membentang— menjadi imajinasi liar

Jika kelas menengah dapat melampaui kesadaran individual dan konsumtif menuju kesadaran kolektif, mereka masih memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan sosial yang memperjuangkan keadilan bagi seluruh masyarakat.

Henri de Lubac SJ. Kredit ilustrasi: Thinking Faith ‘Allah adalah Dia yang berada dekat bahkan bersatu dengan manusia.’ DEMIKIANLAH salah satu pemikiran yang terkenal

Devy Dhian Cahyati, Mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Politik Pemerintahan UGM Judul buku: Class Dynamics of Agrarian Change Penulis: Henry Berntein Penerbit: Fernwood Publishing, 2010

Tanggapan untuk Franz Magnis-Suseno Franz von Magnis (lengkapnya Maria Franz Anton Valerian Benedictus Ferdinand von Magnis) atau yang lebih dikenal dengan nama Franz Magnis-Suseno, menuliskan

Makalah ini pernah disampaikan dalam diskusi “Keruntuhan Kritik Sastra di Era Populer” di UIN Badung “Akhir-akhir ini kita dipekakkan oleh perkataan krisis. Krisis ini
Poster oleh Alit Ambara HARUS diakui bahwa sampai sekarang, gerakan Kiri masihlah menjadi pemain yang marjinal dalam kancah politik nasional. Di tengah semakin marak
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.