1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 21

Paling Sering Dibaca

Rangkaian kritik terhadap tiga pendekatan ‘kritis’ kajian budaya (Bag. 3, habis)

Mungkin tidak ada kata yang sepopuler istilah ‘critical’/’kritis’ dalam ilmu sosial dan humaniora dewasa ini. Selain ‘seksi’, istilah ini sering dipakai untuk memberikan nuansa ‘kebaruan’, ‘tidak ikut arus utama’ maupun ‘anti-tradisi.’ Mirip dengan penggunaan istilah-istilah lain—walau berbeda makna—seperti ‘interdisipliner’, ‘transdisipliner’ dll, kata ini menjadi paspor agar sebuah analisis dianggap ‘berkualitas’. Namun, seringkali kata ini kehilangan makna dan digunakan tidak lebih dari sekedar bungkusan belaka. Terutama di bawah payung postmodernisme, istilah ‘kritis’ ditelanjangi dari akar sejarahnya dan digunakan untuk semangat dekonstruksi tanpa rekonstruksi.

Kebangkitan Protektorat Abad ke-21

Dalam kerangka neokolonialisme, negara-negara yang ditaklukkan tetap berdiri secara formal, lengkap dengan institusi-institusi lokalnya yang berfungsi menjaga keutuhan sosial masyarakat. Namun kedaulatan mereka sesungguhnya telah terpecah-pecah. Pengerukan kekayaan ke luar negeri dan campur tangan terhadap dinamika politik dalam negeri berlangsung atas seizin dan keterlibatan para birokrat politik domestik sendiri.

Jalan Terbuka Materialisme Historis

Berat pula tampaknya bicara soal kebebasan apabila masih berat menerima kenyataan-kenyataan sosial. Lagipula, apa sih artinya kebebasan kalau cacing di perut setiap hari masih koploan?***

Fetisisme Komoditas dan Rahasianya

  DALAM pengantarnya atas penerbitan buku Kapital I, edisi Perancis tahun 1969 yang kemudian dimasukan dalam buku Lenin dan Filsafat (1971), Louis Althusser sempat menyatakan

Pemberontakan Prancis

Prancis tengah bergejolak. Pemicunya adalah kebijakan penaikan usia pensiun. Namun itu hanya permukaan. Orang-orang memang muak dengan pemerintah yang berbuat sesukanya. Tatanan mulai retak.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.