1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 3

Harian Indoprogress

Nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda memperbesar peran negara dan militer dalam perekonomian, sementara krisis ekonomi yang semakin parah memperuncing persaingan antara Sukarno, PKI, militer, dan kekuatan-kekuatan politik lainnya.
Bertahan dari penggusuran belum cukup untuk mewujudkan reforma agraria perkotaan tanpa pelembagaan hak dan perubahan struktur penguasaan tanah.
Tidak sedikit pekerja yang harus menghabiskan tiga hingga empat jam untuk perjalanan pulang-pergi menggunakan KRL, TransJakarta, MRT, maupun angkutan pengumpan lainnya. Perjalanan panjang semacam ini bukan lagi pengalaman segelintir orang.
Konsolidasi politik Indonesia pada 1950-an hingga awal 1960-an, kebangkitan PKI dan mobilisasi massa, hingga upaya Sukarno menempatkan Indonesia sebagai kekuatan antikolonial di tengah Perang Dingin.

Harian Indoprogress

PNI, Sebuah Shit-Happens History

Sejarah PNI merupakan kisah tentang kemungkinan-kemungkinan progresif yang berulang kali muncul dalam sejarah Indonesia, tetapi kemudian dihancurkan sebelum sempat meraih kemenangan.

Perjuangan Kelas Hari Ini: Fragmentasi dan Krisis Bentuk Politik

Sushovan Dhar memetakan sebab-sebab kelemahan gerakan rakyat, khususnya gerakan kiri saat ini, akibat agresi rezim kapitalisme-neoliberal selama empat dekade terakhir. Ia juga mengusulkan solusi buat kita untuk dapat membangun gerakan rakyat kuat di atas landasan perjuangan politik yang telah dilakukan selama ini.

Syarat-syarat Mewujudkan Revolusi

Revolusi memerlukan perpaduan antara krisis objektif dan kekuatan rakyat yang terorganisasi. Tanpa perubahan atas kapitalisme-neoliberal, perlawanan hanya akan berujung pada revolusi pasif yang mempertahankan tatanan lama.

Totalitas Krisis: Pembacaan Kontra Fragmentaris

Selain kelindan totalitas kapitalisme yang tetap tak terjamah, kita pun tidak dapat membayangkan horizon transformasi yang lebih radikal. Horizon itu menyempit hanya pada upaya memperbaiki kualitas kepemimpinan, memperkuat kapasitas teknokratis, atau mengganti figur yang dianggap bermasalah, alih-alih mencari kemungkinan transformasi terhadap tatanan yang terus mereproduksi krisis itu sendiri.

Di Indonesia, Waktu Pun Dijual Dalam Bentuk Yang Tak Utuh

Modernitas membuat kehidupan bergerak semakin cepat, sementara kemampuan manusia untuk benar-benar mengalami hidup justru semakin menipis. Teknologi menghadirkan koneksi tanpa henti, tetapi pada saat yang sama banyak orang merasa semakin jauh dari dirinya sendiri.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.