Yang Kita Butuhkan adalah Persatuan Kiri Global

Print Friendly, PDF & Email

Ilustrasi: Vijay Prashad/Substack


DUNIA membutuhkan gerakan kiri untuk bertindak dalam bentuk yang bersatu. Kelas pekerja tidak punya waktu untuk perpecahan. Nyawa menjadi taruhannya.

Kebutuhan akan persatuan kelompok kiri bukanlah keinginan moral yang abstrak, melainkan kebutuhan politik yang konkret. Pada saat krisis kapitalis yang mendalam, ketidaksetaraan yang semakin melebar, perang imperialis, bencana ekologis, dan serangan terus-menerus terhadap hak-hak demokrasi serta hak-hak buruh, fragmentasi kelompok Kiri melemahkan satu-satunya kekuatan sosial yang mampu mengubah masyarakat: kelas pekerja. Oleh karena itu, kewajiban utama dari semua kekuatan sayap kiri saat ini adalah memperkuat persatuan, kejelasan, dan kepercayaan diri kelas pekerja.

Persatuan sangatlah penting karena kelas penguasa sangat terorganisir. Modal bergerak melintasi perbatasan dengan mudah, negara mengoordinasikan penindasan dan penghematan, serta ideologi reaksioner diperkuat melalui media dan jaringan institusional yang kuat. Melawan kekuatan yang terkonsentrasi ini, formasi kiri yang tercerai-berai dan sektarian tidak dapat secara efektif membela para pekerja dan petani, apalagi memajukan proyek transformatif. Pekerja mengalami eksploitasi secara kolektif; oleh karena itu, respons mereka juga harus bersifat kolektif.

Pandangan semacam ini tidak berarti bahwa perbedaan politik menghilang. Kelompok Kiri selalu memuat keragaman tradisi, analisis, dan perspektif strategis. Perbedaan mengenai program, strategi, dan taktik tidak dapat dihindari dan, dalam banyak kasus, justru menyehatkan. Pertanyaan politik yang serius tentu membutuhkan perdebatan. Namun, ketidaksepakatan seperti itu tidak boleh menjadi alasan terjadinya kelumpuhan atau tindakan saling menghancurkan. Tugas yang ada adalah menemukan bentuk operasi dimana perbedaan dapat hidup berdampingan tanpa merusak perjuangan kelas pekerja yang lebih luas.

IndoPROGRESS adalah media murni non-profit. Demi menjaga independensi dan tetap bisa memberikan bacaan bermutu, meningkatkan layanan, dan akses gratis pembaca, kami perlu bantuan Anda.

Sejarah gerakan progresif mengajarkan pelajaran penting: persatuan dalam tindakan sering kali lebih menentukan daripada kesepakatan ideologis yang utuh. Pekerja belajar melalui perjuangan itu sendiri. Ketika organisasi-organisasi sayap kiri berjuang bersama melawan privatisasi, fasisme, perang, serangan terhadap serikat pekerja, atau demi tanah, upah, perumahan, dan martabat, mereka tidak hanya membangun kemenangan tetapi juga kepercayaan diri. Perjuangan bersama menciptakan kejelasan politik yang jauh lebih efektif daripada polemik tiada akhir yang terlepas dari gerakan massa dan komunitas kelas pekerja.

Sektarianisme melemahkan rakyat. Ketika organisasi-organisasi kiri memperlakukan satu sama lain sebagai musuh utama alih-alih sebagai kamerad dengan perspektif yang berbeda, satu-satunya pihak yang diuntungkan adalah kekuatan modal dan golongan reaksioner. Fragmentasi yang tidak berkesudahan membingungkan masyarakat awam, menurunkan minat partisipasi, dan menciptakan sinisme terhadap politik itu sendiri. Kelas pekerja tidak membutuhkan kibaran bendera-bendera yang saling bersaing untuk sekadar mencari keuntungan organisasi; mereka membutuhkan instrumen yang mampu memajukan kekuatan kolektif.

Oleh karena itu, politik kiri yang matang membutuhkan kedisiplinan dalam hal ketidaksepakatan. Perdebatan harus terjadi pada hal-hal yang penting dan di ruang yang memperjelas strategi, bukan sebagai peperangan publik yang permanen. Perbedaan taktis dan programatik harus ditangani dengan keseriusan dan kesabaran, dengan selalu mempertanyakan apakah suatu ketidaksepakatan akan memajukan atau justru menghalangi persatuan dan kesadaran rakyat. Prinsipnya haruslah sederhana: barisan persatuan dalam tindakan, ketidaksepakatan hanya jika diperlukan.

Barisan persatuan tetap sangat diperlukan, justru karena hal tersebut memungkinkan berbagai arus kiri untuk bekerja sama pada perjuangan yang mendesak sambil tetap mempertahankan identitas politik mereka. Persatuan semacam itu tidak menghapus perbedaan ideologis; ia menempatkan kepentingan kelas pekerja di atas persaingan organisasi yang sempit. Hal ini juga merupakan wujud kesadaran bahwa para pekerja mendapatkan kepercayaan diri ketika mereka melihat kekuatan kolektif, bukan perpecahan.

Saat ini, kelompok Kiri harus memulihkan semangat tanggung jawab tersebut. Setiap organisasi, partai, serikat pekerja, dan gerakan harus bertanya pada diri sendiri apakah tindakan mereka berkontribusi pada pendidikan politik, kepercayaan diri, dan persatuan kaum pekerja. Tujuannya bukanlah keseragaman, melainkan perjuangan bersama. Tanpa persatuan tersebut, krisis di zaman kita akan terus diselesaikan hanya demi menguntungkan kaum pemodal dan reaksioner. Dengan persatuan, muncullah kemungkinan untuk mewujudkan masa depan yang demokratis, sosialis, dan manusiawi.

Dunia membutuhkan gerakan kiri untuk bertindak dalam bentuk yang bersatu. Kelas pekerja tidak punya waktu untuk perpecahan. Nyawa menjadi taruhannya.


Vijay Prashad adalah Direktur Tricontinental: Institute for Social Research.

IndoPROGRESS adalah media murni non-profit. Demi menjaga independensi dan prinsip-prinsip jurnalistik yang benar, kami tidak menerima iklan dalam bentuk apapun untuk operasional sehari-hari. Selama ini kami bekerja berdasarkan sumbangan sukarela pembaca. Pada saat bersamaan, semakin banyak orang yang membaca IndoPROGRESS dari hari ke hari. Untuk tetap bisa memberikan bacaan bermutu, meningkatkan layanan, dan akses gratis pembaca, kami perlu bantuan Anda.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.