1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 5

Harian Indoprogress

Revolusi memerlukan perpaduan antara krisis objektif dan kekuatan rakyat yang terorganisasi. Tanpa perubahan atas kapitalisme-neoliberal, perlawanan hanya akan berujung pada revolusi pasif yang mempertahankan tatanan lama.
Selain kelindan totalitas kapitalisme yang tetap tak terjamah, kita pun tidak dapat membayangkan horizon transformasi yang lebih radikal. Horizon itu menyempit hanya pada upaya memperbaiki kualitas kepemimpinan, memperkuat kapasitas teknokratis, atau mengganti figur yang dianggap bermasalah, alih-alih mencari kemungkinan transformasi terhadap tatanan yang terus mereproduksi krisis itu sendiri.
Modernitas membuat kehidupan bergerak semakin cepat, sementara kemampuan manusia untuk benar-benar mengalami hidup justru semakin menipis. Teknologi menghadirkan koneksi tanpa henti, tetapi pada saat yang sama banyak orang merasa semakin jauh dari dirinya sendiri.
Lemahnya penyerapan tenaga kerja berubah menjadi persoalan kualitas lulusan, serta pekerjaan yang rentan berubah menjadi persoalan kemampuan individu untuk beradaptasi. Menyempitnya basis produktif ekonomi berubah menjadi persoalan perguruan tinggi yang dianggap usang.

Harian Indoprogress

Indonesia Bagian dari Nenek Saya

Indonesia memiliki beragam masalah kompleks yang sudah struktural hingga sulit untuk dibenahi. Segala keindahan yang ada di Indonesia seperti terbenam oleh kebobrokan tingkah polah manusia yang mengelola negara ini.

Terlihat Hijau tapi Tak Lestari: Transisi Energi dalam Cengkeraman Oligarki

Publik diajak percaya bahwa mengganti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), atau mengganti mobil bensin dengan mobil listrik, hanyalah soal substitusi teknis. Padahal, infrastruktur energi selalu tertanam dalam struktur sosial, politik, dan ekonomi tertentu.

Dian Septi Trisnanti: Kita Punya Tugas Sejarah untuk Melanjutkan Perjuangan Melawan Imperialisme

Agresi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela merupakan wujud imperialisme kapitalis yang bertujuan menguasai sumber daya alam, terutama minyak, dan tidak mencerminkan kepentingan rakyat di kedua negara. Oleh karena itu, perjuangan melawan imperialisme menuntut solidaritas lintas negara dan konsolidasi politik global yang berpihak pada rakyat, khususnya kelompok paling terdampak.

Subjek Kriminal: Toba Pulp Lestari, Tanah, dan Produksi Kepatuhan di Tano Batak

Di Tano Batak, kehadiran Toba Pulp Lestari mengubah tanah dari basis hidup komunal menjadi medan akumulasi, sementara hukum dan adat bekerja sebagai perangkat seleksi yang menentukan siapa yang boleh tinggal dan siapa yang harus disingkirkan. Dari proses inilah lahir Subjek Kriminal, bukan sebagai pelaku kejahatan moral, melainkan sebagai posisi sosial yang dilekatkan pada mereka yang mengganggu ritme produksi kapital. Ketika identitas adat terfragmentasi oleh diferensiasi kelas, penjara dan kontrak menjadi dua wajah pendisiplinan yang sama, menegaskan bahwa dalam konflik agraria, kelas berbicara lebih keras daripada sekadar perkara asal-usul.

Habis Banjir Terbitlah Kecewa di Aceh

Jika penolakan bantuan terus dilakukan Prabowo demi gengsinya, hingga rakyat Aceh kembali lapar dan miskin dan memunculkan gerakan perlawanan baru, maka biang kerok yang patut kita salahkan adalah Prabowo Subianto.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.