Artikel

Modernitas membuat kehidupan bergerak semakin cepat, sementara kemampuan manusia untuk benar-benar mengalami hidup justru semakin menipis. Teknologi menghadirkan koneksi tanpa henti, tetapi pada saat yang sama banyak orang merasa semakin jauh dari dirinya sendiri.
Lemahnya penyerapan tenaga kerja berubah menjadi persoalan kualitas lulusan, serta pekerjaan yang rentan berubah menjadi persoalan kemampuan individu untuk beradaptasi. Menyempitnya basis produktif ekonomi berubah menjadi persoalan perguruan tinggi yang dianggap usang.
Penderitaan yang meluas akibat kapitalisme menuntut kita untuk mengorganisir harapan melalui perjuangan kolektif; hanya dengan cara itulah kita dapat membangun masa depan di mana martabat manusia mengungguli motif keuntungan yang destruktif.
Menyempitnya ruang partisipasi dalam politik formal tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan yang tidak dapat diatasi. Bagi gerakan perlawanan yang memiliki sumber daya dan jaringan yang memadai, tantangan tersebut justru menuntut upaya kolektif untuk membangun partai politik rakyat sekaligus menggalang konsolidasi yang lebih luas guna menolak regulasi yang membatasi partisipasi demokratis warga dalam arena politik formal.

Artikel

Partai Buruh dan Gagasan Negara Kesejahteraan

Gagasan utama dari negara kesejahteraan adalah menjinakkan kekuatan kapital/modal secara umum lewat kontrol politik yang demokratik. Ia dibangun dengan fondasi kompromi kelas.

Jogja Darurat Agraria: Tiada Tanah, apalagi Rumah

Ketimpangan agraria dapat dijadikan sebagai indikator penting untuk melihat ketidakadilan yang masih terjadi di Yogyakarta. Sudah semestinya upaya struktural diagendakan untuk menyelesaikan masalah penghidupan rakyat ini. 

Sang Matriarch

Megawati telah menunjukkan diri sebagai seorang matriarch dalam PDIP.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.