
Apa Itu “Normal”? Siapa yang “Normal”? Kapitalisme yang Menentukan dan Harus Dilawan
Kita harus berhenti melihat manusia hanya dari kacamata produksi. Kita harus berani bilang: ternyata, oh ternyata, kapitalisme memang anti disabilitas!

Kita harus berhenti melihat manusia hanya dari kacamata produksi. Kita harus berani bilang: ternyata, oh ternyata, kapitalisme memang anti disabilitas!

Kemegahan sirkus tak jarang hanyalah selubung dari praktik kekerasan sistemik yang dalam, dan sialnya nyaris tak terdengar.

Gerakan rimpang semestinya menjadi langkah atau taktik awal sebelum melanjutkannya dengan gerakan yang lebih terstruktur, terpimpin, dan terorganisir.

Apa yang tersisa dan bisa kita kerjakan sekarang? Perlawanan sehari-hari, kecil atau besar. Apa yang tertinggal dari kita hanyalah kesadaran melawan untuk merespons segala kondisi bahaya ini.

Politik hijau dapat menjadi alternatif untuk membangun Indonesia yang lebih berkelanjutan dan adil secara ekologis.

Kuasa eksklusi terhadap hak dan akses atas tanah tidak pernah berlangsung secara alamiah. Hal itulah yang terjadi di Desa Nangahale, NTT.

Perluasan kapital hadir lewat skema kebijakan. Masuknya aliran kapital juga disebabkan lemahnya pengorganisasian gerakan berbasis agraria.

Obituari ini patut dibaca sehingga kita paham mengapa Soeharto tidak pantas jadi pahlawan nasional.

Proyek food estate merepresentasikan ekspansi rezim pangan korporat yang meminggirkan petani, menggusur ruang hidup, dan memperdalam ketimpangan sosial-ekologis.

Hidup orang gunung tak seharmonis yang dilihat oleh orang luar. Di dalamnya terdapat pula dinamika kelas.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.