
Rezim Legalisme Otokrasi dan Hukum Represif di Indonesia
Oligark dengan kepentingan ekonominya menjadi latar utama menguatnya rezim legalisme otokrasi dan sistem hukum represif di Indonesia

Oligark dengan kepentingan ekonominya menjadi latar utama menguatnya rezim legalisme otokrasi dan sistem hukum represif di Indonesia
Gambar diambil dari https://lh5.googleusercontent.com KETIKA Suharto turun dari tampuk kekuasaan, medan seni lukis di Indonesia sama sekali lain bila dibandingkan dengan sewaktu ia merebut

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) “RADIKALISME”, “fundamentalisme”, “fanatisme”, “konservatisme”…; istilah-istilah ini belakangan begitu lekat dengan “agama” dan “keberagamaan”. Penyematan “fanatisme” pada “fanatisme beragama” berada

Lukisan Salvator Mundi karya Leonardo da Vinci. Kredit gambar: Balai Lelang Christie’s MEDAN seni rupa dunia mengalami gegar pada awal November lalu. Bagaimana

Perempuan Korowai (sumber: Survival International) SIAPA yang tidak kenal dengan nama suku Korowai? Pasti sebagian besar tahu karena rumah tradisional orang Korowai yang dibangun

Kuliah Mao tentang kontradiksi ditujukan untuk menghalau cara berpikir idealis yang empiris dan dogmatis di dalam partai kala itu.

Selama dekade 1970-an dan 1980-an, pesepak bola asal Brasil, Sócrates, menggunakan olahraga untuk menantang kediktatoran militer dan memperjuangkan demokrasi. Kita butuh pesepak bola seperti itu sekarang.

Rizal Assalam, mahasiswa Ilmu Politik FISIP UI Angkatan 2010 dan Anggota SEMAR UI. Judul Buku : Antonio Gramsci: Negara dan Hegemoni Penulis :

Menyempitnya ruang partisipasi dalam politik formal tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan yang tidak dapat diatasi. Bagi gerakan perlawanan yang memiliki sumber daya dan jaringan yang memadai, tantangan tersebut justru menuntut upaya kolektif untuk membangun partai politik rakyat sekaligus menggalang konsolidasi yang lebih luas guna menolak regulasi yang membatasi partisipasi demokratis warga dalam arena politik formal.

Jika hanya menunggu reforma agraria dari atas, menanti kebaikan hati penguasa, sampai kapan pun hak atas tanah dan kehidupan yang layak tidak akan pernah terpenuhi

PEMAPARAN tentang kondisi mahasiswa hari ini oleh kawan Oki Alex Sartono dan Yoga Prayoga menarik untuk diperbincangkan lebih lanjut. Dalam tulisannya, Oki menjabarkan realitas yang

Kapitalisme terus berevolusi. Sekarang mereka tampak kian ramah terhadap lingkungan. Tapi itu cuma tipu-tipu.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.