1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 14

Paling Sering Dibaca

Rakyat Jelata, Sejarah dan Perjuangan

Di saat hiruk-pikuk dan gegap-gempita ucapan belasungkawa, transaksi politik dan proses saling dukung mendukung, serta manuver-manuver politik menjelang ajang pemilu, kita menyaksikan betapa semakin langkanya pemberitaan mengenai rakyat miskin yang meninggal karena kelaparan, buruh yang mengalami ketidakadilan kerja, kaum tani yang dirampas haknya, hingga kelompok minoritas keagamaan yang terusir dari rumah ibadah dan kampungnya sendiri. Tuduhlah saya sebagai seorang romantik, namun saya pikir kita patut kesal terhadap keadaan ini. Karena itu selama koran, televisi dan media masih melaporkan pertumbuhan dan bukannya kesenjangan ekonomi, naik-turunnya harga saham dan bukannya harga-harga kebutuhan pokok, upacara dan penghargaan para pejabat dan bukannya pelanggaran atas hak-hak sipil dan politik warga biasa dan menganggap kemiskinan serta pelanggaran HAM sebagai statistik belaka, maka kita patut kesal – dan karenanya kita, rakyat jelata, perlu menulis sejarah kita sendiri.

Marxisme dan Money Heist

“Uang seakan menjadi dewa dari segala komoditas, sebab dalam namanya apa yang mustahil menjadi mungkin.”

Musso: Pejuang yang Radikal

Suatu pemberontakan yang mengklaim kekalahan adalah tetap sah dan benar. Kita terima kekalahan ini karena musuh lebih kuat: kita terima pembuangan ini sebagai suatu resiko

Puisi Turun Ke Jalan

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   PADA Revolusi Mei 1968 di Prancis, Penyair menunjukkan sikapnya melalui puisi-puisi, sebagai respon terhadap kondisi sosial-politik. Ada selebaran yang

Pemberontakan PKI 1926-27 dalam Dua Teks Sejarah

Disampaikan dalam “Borobudur Writers & Cultural Festival”, Borobudur, 15 November 2014. I   DALAM historiografi nasional yang resmi dan dominan sejak masa Orde Baru, pemberontakan Partai

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.