
Tentang Perempuan yang Tak Pernah Menangis: Obituari RA Soetarni Soemosoetargijo
IA tak pernah tahu apa yang menarik dari pemuda itu. Namun saat pemuda tersebut memintanya tak ikut kompetisi anggar dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) IV

IA tak pernah tahu apa yang menarik dari pemuda itu. Namun saat pemuda tersebut memintanya tak ikut kompetisi anggar dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) IV
Resensi Buku Judul Buku : Materialisme Dialektis: Kajian Tentang Marxisme dan Filsafat Kontemporer Penulis : Martin Suryajaya Penerbit : Resist Book, Yogyakarta Tahun :

Membawa atau menarik isu penindasan bangsa Papua ke isu ras adalah cacat secara teoritik dan berbahaya secara politik bagi rakyat kedua bangsa.

Ilustrasi: Jonpey Tulisan ini adalah bagian ketiga dari serial esai bertema pendidikan demokrasi radikal. Bagian pertama dapat dibaca di sini, dan bagian kedua di sini.

Tulisan ini akan menawarkan alternatif dalam membaca kepemimpinan nasional. Selanjutnya menerapkan cara baca tersebut pada Prabowo untuk, pada akhirnya, mendiskusikan kembali masa depan demokrasi.

Judul : Marxism and the Oppression of Women: Toward a Unitary Theory Penulis : Lise Vogel Penerbit : Brill. Koninklijke Brill NV incorporates the imprints Brill, Global Oriental,

Uang juga merupakan teknologi. Ia mulanya hanya eksis sebagai komoditas penyetara universal pertukaran komoditas.

Welfare state tidak hanya berupaya mengurangi kerentanan individu, tetapi juga memperpendek ketimpangan ekonomi. Itu mengapa kita membutuhkannya sekarang.

Kredit ilustrasi oleh The Red Star Vanguard SEBAGIAN dari Anda yang sering membaca artikel di Indoprogress barangkali kerap menemukan istilah pekerja, kapitalis, laba, eksploitasi, nilai-lebih,

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) SAAT berita tentang G30S sampai di Medan pada 1 Oktober pagi 1965, pejabat resmi daerah masih belum mengetahui begitu

BEBERAPA dari kita yang bekerja di bawah teriknya langit Jakarta pada siang hari, pastinya akan melihat minuman kaleng merah dengan font khas berwarna putih di

Foto: SCMP ‘Oh no, everyone will see our parents wearing koteka. This is really embarrassing. But it is our culture and we cannot escape it.’
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.