1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 105

Paling Sering Dibaca

Kritik Ideologi atas Agama Sebagai Akar Kekerasan

SEPANJANG tahun 2010, kita menyaksikan rangkaian konflik berlatar-belakang agama. Dari penyerangan terhadap komunitas Ahmadiyah di Desa Manis Lor, sengketa pendirian tempat ibadah, hingga penusukan seorang pendeta di Bekasi. Kondisi ini seolah menunjukkan, sebagai bangsa kita tidak bisa hidup bersama dalam pluralitas.

Celakanya, aksi kekerasan berlatar agama biasanya “ditutup-tutupi” oleh pemuka agama itu sendiri. Mereka berdalih agama pada dasarnya menganjurkan kebaikan, perdamaian, hidup rukun, dan saling menghormati. Konflik agama muncul karena adanya oknum-oknum yang memanfaatkan agama demi kepentingan politik maupun golongan tertentu (Haryatmoko, 2003:73). Sejarah membuktikan agama selalu dekat dengan konflik dan kekerasan. Pertentangan antara Protestan dan Katolik di Eropa abad ke-17, perang salib yang melibatkan dua peradaban besar, juga konflik antara Hindu dan Muslim di India. Fakta-fakta ini menunjukkan, agama rentan dengan konflik dan kekerasan. Perlu sikap hati-hati dalam memandang agama, sebab realitas terkadang dimentahkan oleh argumen-argumen keinginan (baca: ideologi agama).

Ukuran Bagi Kritik Sastra Indonesia Dewasa Ini

Saya bukan seorang kritikus sastra. Saya seorang penyair. Terpisah dari berhasil-tidaknya sajak-sajak saya. Saya terima acara ini dari Panitia Simposium atas dasar pengertian bahwa juga seorang yang bukan kritikus sastra ada baiknya diberi kesempatan mengemukakan pandangannya mengenai kritik sastra. Ditambah lagi, dalam kedudukan saya sebagai Sekretaris Umum Sekretarian Pusat Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat), saya kira ada kebutuhan dari simposium ini untuk mendengarkan pendapat seorang anggota pimpinan Lekra tentang kritik sastra berdasarkan pandangan kebudayaan untuk rakyat. Saya sendiri menganggap kesempatan ini berguna untuk mengemukakan pandangan seorang anggota pimpinan Lekra tentang kritik sastra.

G20, Protes, dan Patuh

ANALISA EKONOMI POLITIK SALAH satu reaksi terhadap krisis kapitalisme di Asia akhir 1990an, negara-negara kapitalis kemudian menginisiasi pembentukan forum G20 di tahun 1999. Awalnya hanya

Narasi Sulami versus Narasi Orde Baru

PERISTIWA pembunuhan tujuh orang jenderal dan seorang perwira Angkatan Darat 54 tahun lalu (1965), yang disebut G.30.S, mengakibatkan pengejaran, penangkapan, pembantaian dan pemenjaraan pimpinan, kader,

Bergereja Berarti Melawan

Kredit foto: Anakpawis Partylist   SEBENARNYA, apakah gereja itu? Gereja, selama ini, selalu dipahami hanya sebatas gedung. Biasanya, itu adalah tempat orang Kristen berkumpul tiap

Konjungtur Indonesia dan Gerakan Hari Ini

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   KONJUNGTUR “sitsoskopol” (situasi sosial-ekonomi-politik) Indonesia hari ini, bila dirumuskan secara padat, dapat digambarkan demikian. 1/ Situasi global NKRI adalah

‘Der Junge Karl Marx’ (2017)

Kredit ilustrasi: aureliehuet.com   DER Junge Karl Marx (atau “Le Jeune Karl Marx” dan “The Young Karl Marx”) adalah film biopik besutan sutradara Raoul Pack.

Surat Untuk Hilmar Farid

MENJELANG akhir tahun 2015, tepatnya 31 Desember 2015, dunia pendidikan kita disuguhkan dengan berita pelantikan Dirjen Kebudayaan yang baru, DR. Hilmar Farid. Pelantikan Hilmar Farid

Di Bawah Kekuasaan Benda-Benda

Refleksi Anak Muda Yang Teralienasi SEBELUM memulai diskusi ini, saya ingin menegaskan lebih dahulu, alienasi (keterasingan) seperti apa yang akan kita bicarakan. Dalam kesempatan ini,

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.