
Ex-Gafatar: Kami Cuma Upgrade Keyakinan Dengan Sikap Egaliter
Kredit foto: www.suaramuhammadiyah.id ADAM Mirza (41) dan Faldiaz Bachtiar (45) duduk di bangku depan gardu. Mereka sedang bercerita dengan Imam Shofwan (Direktur Yayasan Pantau) yang

Kredit foto: www.suaramuhammadiyah.id ADAM Mirza (41) dan Faldiaz Bachtiar (45) duduk di bangku depan gardu. Mereka sedang bercerita dengan Imam Shofwan (Direktur Yayasan Pantau) yang

Kredit foto: SUARA TUBAN KETENTERAMAN warga Dusun Pomahan, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kembali terusik oleh keberadaan tim pengukuran lahan untuk kepentingan

Hukum internasional tampaknya bukan hukum tulen. Ia sekadar saran tentang perlunya menjaga sopan santun.

KULIT Anda terasa halus ? Badan Anda setahap lebih tegap dibanding monyet? Dan performa otak Anda terasa maksimal? Sejatinya dulunya Anda tidak tampak demikian, evolusi
TAK BANYAK orang yang tahu bahwa Marx meninggalkan manuskrip seribu lembar tentang matematika. Manuskrip itu ia tuliskan selama waktu senggang pada tahun 1881. Isinya adalah pemaparan tentang kalkulus diferensial. Proyek penulisan itu tak hanya memiliki nilai rekreasional bagi Marx, tetapi juga ditujukan untuk menguasai salah satu sarana kunci dalam program kritik ekonomi-politik yang tengah ia jalankan. Paul Lafargue melaporkan bagaimana Marx percaya bahwa ‘sebuah ilmu tak akan sungguh-sungguh berkembang sebelum ilmu tersebut belajar menggunakan matematika.’

PEMBANGUNAN kembali gerakan perempuan adalah salah satu agenda politik yang krusial dalam perjuangan politik rakyat pekerja Indonesia. Walau dapat dikatakan bahwa secara relatif terdapat beberapa

Kita semua berada di sebuah persimpangan sejarah. Perubahan terjadi di semua belahan dunia, karena berbagai faktor. Selain pandemi, ada kekerasan rasial, radikalisme agama, post-truth¸ kejahatan seksual, dan sebagainya.

Dua edisi dari 1932 Naskah-naskah Ekonomi-Filsafat tahun 1844 (Economic-Philosophic Manuscripts of 1884) adalah salah satu di antara tulisan-tulisan paling terkenal Marx, dan yang paling banyak

NARASI konvensional, khususnya di kalangan teoritisi Kiri mengenai krisis kapitalisme yang terjadi sekarang, melihat krisis kapitalisme sebagai peristiwa khas dalam bentuknya yang ‘neoliberal.’ ‘Neoliberal’ dalam arti keunikan serta kekhususan bentuk relasi ekonomi politiknya yang belum pernah ada presedennya dalam pengalaman kapitalisme sebelumnya. Dalam narasi konvensional ini, krisis disebabkan oleh finansialisasi ekonomi yang menyebabkan terjadinya kegagalan dalam pengembalian tingkat akumulasi. Finansialisasi mendorong perusahaan untuk menginvestasikan banyak porsi dari keuntungannya dalam instrumen finansial, dan hanya porsi yang lebih kecil yang digunakan untuk modal aset produktif (mesin-mesin, pabrik, dll) yang merupakan kontributor utama dari pertumbuhan ekonomi yang ‘nyata.’ Hasilnya, pertumbuhan ekonomi lebih lemah jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada dekade-dekade awal pasca Perang Dunia II, dan faktor ini, bersamaan dengan terjadinya penambahan pinjaman, yang mendorong rakyat pekerja untuk mempertahankan standar hidup keseharian walau pendapatan mereka mengalami penurunan. Masalah hutang ini, dan fenomena-fenomena lain yang dimunculkan dari finansialisasi, disimpulkan sebagai penyebab yang mendasari krisis ekonomi sekarang.
INI aknedot yang pernah dimuat di majalah terbitan Amerika: Dua babi hilang. Seorang opsir intel rezim Fulgencio Batista y Zaldivar—diktator Kuba—sibuk mencarinya. Dua babi itu

Jokowi mengalungkan pada dirinya semua citra buruk yang sejauh ini diproyeksikan pada lawan politik lamanya—Prabowo. Ia bersama para politisi mencukur gundul hak-hak kita. Aparat, korporat, politisi berkedok pemuka agama memperoleh keleluasaan sebesar-besarnya untuk mengancuk kita.

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) DI TULISAN sebelumnya, hikmah yang bisa dipetik ialah bahwa ilmu tidak hanya mengajarkan bahwa bisa jadi esensi hal-ihwal kebalikan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.