1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 135

Harian Indoprogress

Penderitaan yang meluas akibat kapitalisme menuntut kita untuk mengorganisir harapan melalui perjuangan kolektif; hanya dengan cara itulah kita dapat membangun masa depan di mana martabat manusia mengungguli motif keuntungan yang destruktif.
Menyempitnya ruang partisipasi dalam politik formal tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan yang tidak dapat diatasi. Bagi gerakan perlawanan yang memiliki sumber daya dan jaringan yang memadai, tantangan tersebut justru menuntut upaya kolektif untuk membangun partai politik rakyat sekaligus menggalang konsolidasi yang lebih luas guna menolak regulasi yang membatasi partisipasi demokratis warga dalam arena politik formal.
Revolusi merupakan tindakan kolektif rakyat biasa untuk mengubah sistem yang menindas dan mengeksploitasi mereka, sekaligus membangun sistem baru yang membebaskan. Namun, sejarah juga menunjukkan bahwa setelah Revolusi Prancis, unsur-unsur rezim lama tidak sepenuhnya berhasil ditaklukkan.
Karya ini memiliki arti penting bukan sekadar sebagai sumbangan pemikiran akademik dalam memahami neoliberalisme secara struktural, melainkan juga sebagai perangkat analisis kritis bagi kalangan aktivis dalam membaca dinamika kekuasaan, strategi kapital, serta peluang-peluang perlawanan.

Harian Indoprogress

Blusukan, Ilusi Kedaulatan Rakyat di Media?

BEBERAPA waktu lalu (27/12/2014), penulis menyaksikan liputan khusus akhir tahun dari sebuah TV swasta tentang perkembangan politik kenegaraan di tahun 2014 ini. Di salah satu

Jokowi Yang Kehilangan Momentum Politik

HARI-hari ini kita menyaksikan Jokowi yang sedang galau. Sebagai presiden, langkah-langkah dan kebijakan politiknya jauh dari semangat Nawacita yang diusungnya sendiri di masa kampanye. Mendekati

Gerakan Payung dari Hong Kong

AKHIR Oktober 2014, cuaca kota Hong Kong masih panas dan lembab. Ribuan warga kembali bergabung dalam pendudukan Jalan Nathan di Mongkok, distrik perdagangan terpadat. Saat

Percaya Pada Kemanusiaan dan Solidaritas

SEBELUM yang lain-lain, berdukalah atas penembakan awak redaksi Charlie Hebdo, Paris, pada 7 Januari lalu. Duka ini tidak melulu mesti dimulai dengan persetujuan atau ketidaksetujuan

Militerisme dan Kita, di Tahun-tahun Orba

(Sekedar Renungan Menjelang 50 Tahun Tragedi 65) Aku seorang kapiten mempunya pedang panjang kalau berjalan prok prok prok aku seorang kapiten!   LAGU ini sering

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.