
Kebijakan Industri dan Pembangunan Kapitalisme: Wawancara dengan Vivek Chibber
Jalan menuju pembangunan sosial demokratik harus dimulai ketika pemerintahan sayap kiri atau pemerintahan progresif berkuasa.

Jalan menuju pembangunan sosial demokratik harus dimulai ketika pemerintahan sayap kiri atau pemerintahan progresif berkuasa.

Warisan kekerasan 1965 dan pembangunan ekonomi yang bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam membentuk politik Indonesia hingga kejatuhan Suharto pada 1998 dan sesudahnya.

Nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda memperbesar peran negara dan militer dalam perekonomian, sementara krisis ekonomi yang semakin parah memperuncing persaingan antara Sukarno, PKI, militer, dan kekuatan-kekuatan politik lainnya.

Konsolidasi politik Indonesia pada 1950-an hingga awal 1960-an, kebangkitan PKI dan mobilisasi massa, hingga upaya Sukarno menempatkan Indonesia sebagai kekuatan antikolonial di tengah Perang Dingin.

Pendudukan Jepang juga membuka ruang bagi mobilisasi dan pendidikan politik yang kelak turut mendorong lahirnya Republik Indonesia.

Kebangkitan nasional Indonesia lahir dari perjumpaan nasionalisme, Islam, dan komunisme di tengah perubahan sosial yang dipicu kolonialisme. Percakapan ini menelusuri bagaimana berbagai gagasan, organisasi, dan tokoh tersebut saling memengaruhi sekaligus membentuk fondasi perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Kebijakan politik etis justru membina banyak individu yang pada akhirnya akan menantang kekuasaan kolonial dan membayangkan masa depan di luar imperium.

Sebagaimana digambarkan dalam lirik lagu The Internationale bahwa dunia telah berganti rupa, demikian pula strategi dan taktik untuk mewujudkan sosialisme hari ini harus menyesuaikan diri.

Ketika teroris sudah menuduh korbannya sebagai teroris, cuma orang sinting yang masih membela mereka. Agar terhindar dari golongan orang-orang sinting itu, mari kita tegaskan bahwa dari sungainya sampai lautnya, Palestina akan merdeka!
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.