1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 241

Paling Sering Dibaca

Marcial Antonio Requelme

CERITA PENDEK AKU teringat pada Marcial Antonio Requelme, lelaki asal Paraguay. Marcy, begitu panggilan yang kukenali. Ia pernah menulis sesuatu di balik sampul buku ‘Sangkur

Edisi XLI/2016

Daftar Isi: Anarkisme dalam Narasi Perlawanan Global Memori Kolektif, Perspektif Korban dan Marwah Peradaban Wawancara Antonius Made Tony Supriatma   AKSES terhadap informasi serta platform-nya yang

Kedaulatan Para Pemangsa (Predators)

BARU-BARU ini, saya terlibat dalam diskusi yang cukup hangat dengan seorang rekan. Topiknya apalagi kalau bukan persoalan yang lagi hangat di tanah air: soal perseteruan

Sensus Politik

MENGIKUTI jurus-jurus politik yang dilancarkan oleh para oligarkh akhir-akhir ini, saya berpendapat semua jurus tersebut bisa dipatahkan oleh satu jurus pamungkas: Bekerja dengan detil. The

Lapar

BIASANYA, saya tak terlalu peduli dengan kejadian ini lantaran terjadi hampir setiap hari dan setiap saat. Jadi begini. Dalam perjalanan semalam, saya terserang lapar yang

LKIP Edisi 33

Karya – Musik Warnet Akhir Abad ke-20 Teori – Tentang Jam Kerja, Jam Tidur, Begadang, dan Malam Mingguan Borjuis Mini Kliping – Saya adalah Monumen: Pengantar

Mengakhiri Sandiwara Politik

Gerakan Sosial dan Insiatif Politik Lokal KETIKA Pemilu 2009 tengah berlangsung, seorang teman perempuan saya, yang tidak punya minat terhadap politik, memberikan sebuah alamat website.

Edisi VI/2013

TAHUN 1637, seorang matematikawan cum pengacara Perancis, Pierre de Fermat, mengajukan satu teorema tersulit dalam sejarah perkembangan teori angka. Teorema ini dikenal sebagai teorema terakhir Fermat (Fermat’slasttheorem). Teorema ini menyatakan bahwa tidak ada tiga integer positif a, b, dan c yang dapat memberikan solusi pada persamaan an+bn=cn bagi setiap nilai integer n yang lebih besar dari dua. Teorema ini sendiri merupakan perluasan dari teorema segitiga Phytagoras dengan derajat problematisasi yang lebih tinggi. Banyak matematikawan tersohor dunia seperti Carl Frederich Gauss, Leopold Kronecker, Sophie Germain, Georg Cantor, berupaya membuktikan teorema ini. Sayangnya, para matematikawan tersohor ini tidak mampu untuk memecahkan teorema terakhir Fermat. Bahkan seorang filsuf empirisis seperti Karl Popper, sempat berujar bahwa teorema ini lebih tepat dikatakan sebagai konjektur, suatu proposisi yang keliatan logis namun tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Walau begitu, situasi itu berubah ketika teorema ini berhasil dipecahkan pada tahun 1995 oleh Andrew Wiles, seorang matematikawan Inggris yang mengajar di Universitas Princeton, AS. Wiles membuktikan teorema terakhir Fermat dengan menggunakan perhitungan representasi Galois terhadap konjektur Taniyama-Shimura, yang kemudian memberikan ekuasi logis terhadap teorema Fermat itu sendiri.

Hai Ogawa

I. Alit berkata bahwa ia akan pergi ke bioskop seorang diri. Karena Banu harus menyiapkan banyak hal untuk pembukaan pameran, sedari pagi ia sudah pergi

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.