1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 242

Paling Sering Dibaca

Chavez dan Mosaik Sosialisme Kerakyatan

HUGO Rafael Chávez Frías sebelum dan sesudah wafat mendapat perhatian istimewa. Alasan utama: wawasan dan praktik politiknya merupakan tanda perbantahan dari sebuah tatanan yang peninggalannya adalah sebuah mosaik sosialisme kerakyatan.

Menurut laporan Komisi PBB bagi Ekonomi Amerika Latin (CEPAL), Venezuela berhasil menurunkan 44 persen angka kemiskinan: 5 juta jiwa dari total penduduk tidak lagi miskin. Dalam hal kesadaran berdemokrasi, partisipasi elektoral mencapai lebih dari 88 persen penduduk, yang pada pemilu terakhir 55 persen suara untuk Chávez.

Dicari: Donald Trump Asli Indonesia

  Sumber ilustrasi: atlasobscura.com   POLITIK Paman Sam hari-hari ini makin seperti film horor Indonesia, sebuah negeri nun jauh di sana. Ngeri-ngeri bikin geli. Terutama karena

Hai Ogawa

I. Alit berkata bahwa ia akan pergi ke bioskop seorang diri. Karena Banu harus menyiapkan banyak hal untuk pembukaan pameran, sedari pagi ia sudah pergi

Sinyal Negatif Dari Penurunan Inflasi

AKHIR dan awal bulan, lumrahnya pusat-pusat perbelanjaan hingga pasar tradisional akan dibanjiri ibu-ibu yang berbelanja bulanan untuk stok kebutuhan rumah tangga. Namun tidak pada awal

Perang Melawan Perangnya Kapitalis

DALAM satu dua minggu terakhir, daratan Eropa, terutama negara-negara yang dijuluki PIGS (Portugal, Irlandia, Greece, and Spain), diguncang oleh demonstrasi masal rakyat pekerja. Para analis

Gosip di Sekitar Kita

HEMAT saya, tindak-tanduk kehidupan pribadi seorang penyair berbeda dengan karyanya. Saya berpegang pada sebuah pendapat bahwa karya adalah ciptaan dunia sosial. Seorang penyair hanyalah agensi penyebabnya. Tindak-tanduk seseorang bolehlah diadili berdasarkan tindak tanduk itu dan perangkat-perangkat lain yang melingkupinya. Sedangkan sebuah karya janganlah dibawah ke dalamnya. Dengan terjatuh pada ad hominem kita bersamaan juga merayakan individualitas manusia. Tetapi pertanyaan selanjutnya adalah seberapa jujur seorang penyair sebagai agen melihat kesosialan lantas menerjemahkan dalam karyanya? Hanya sebuah kritik yang baiklah yang bisa menjawabnya.

Mereka yang Janggal: Para Pendeta Merah Indonesia

Di tengah sikap gereja yang mengecam komunisme, ada orang-orang yang “janggal”. Mereka bagian dari otoritas (sebagai rohaniwan atau pendeta), tapi juga tidak menunjukkan permusuhan terhadap kiri.

Muslim ‘Demokrat’ yang tunduk kepada Oligarki?

Tentu saya mengapresiasi komitmen berbagai kalangan kaum Muslim Demokrat Indonesia atas agenda-agenda politik progresifnya, seperti pembelaan terhadap kelompok minoritas keagamaan dan isu-isu sosial dan politik yang mendesak. Namun, menurut saya, mereka telah gagal dalam menganalisa permasalahan yang lebih besar dari berbagai permasalahan yang terkait dengan diskursus keagamaan di Indonesia, serta dalam memperjuangkan agenda demokrasi yang lebih luas, mendalam dan partisipatoris. Fenomena munculnya kelompok-kelompok vigilantis yang bernuansa kegamaan dan etnis, misalnya, tidak dapat disimplifikasi menjadi sekedar masalah ‘fundamentalisme versus moderatisme dan liberalisme Islam.’ Kita perlu melihat bagaimana sejarah dari berbagai kelompok tersebut, dampak transisi politik dari otoritarianisme menuju demokrasi, serta perubahan pola politik kuasa dan patronase, serta aliran dana yang memungkinkan kelompok-kelompok tersebut terus aktif.

Suriah: Iraq Jilid Dua?

MICHAEL Ignatieff, tokoh Liberal asal Kanada, dalam bukunya The Lesser Evil berujar bahwa ‘Perang pre-emptif akan sangat jarang muncul, namun setidaknya itu adalah kejahatan yang lebih kecil (a lesser evil).’ Dalam tarikan nafas yang sama, Kanan Makiya, seorang apologis Perang Iraq, juga menyatakan bahwa pasca invasi, tentara Amerika akan disambut dengan ‘manisan dan bunga-bunga’ di Iraq – sampai kemudian Ignatieff dan Makiya menyadari bahwa jumlah korban jiwa di Iraq setelah invasi hampir mencapai jumlah korban jiwa di bawah rejim Saddam Hussein. Dan alih-alih disambut dengan ‘manisan dan bunga-bunga,’ pasukan Amerika di Iraq disambut dengan darah dan bibit-bibit kebencian.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.