1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 244

Paling Sering Dibaca

Sepak Bola adalah Perlawanan

Seperti agama, sepak bola pun punya dua wajah. Pada gairah dan euforia di sana selalu tersisip kesadaran politis dan perlawanan.

Edisi XX/2014

PADA tanggal 8 Maret lalu, Perempuan di seluruh dunia merayakan hari kemerdekaannya. Tidak terkecuali di Indonesia. 8 Maret adalah hari yang menandakan dimana perempuan adalah juga kelompok yang sangat revolusioner, yang tidak hanya terkungkung di bawah tempurung rumah tangga, yang sekadar berkutat dengan urusan dapur, sumur, dan kasur. 8 Maret adalah sebuah proklamasi bahwa perempuan adalah setara dengan laki-laki, memiliki hak yang sama di bidang sosial, ekonomi, politik, dan budaya.

Edisi XXXV/2015

Daftar Isi: Gerilyawan di Balik Meja: Che Guevara Sebagai Peletak Fondasi Ekonomi Kuba Melihat Biologi Secara Dialektis   Akhir tahun ini, tepatnya 9 Desember 2015,

Sekolah Minggu

KITA harus berterima kasih pada Platon lantaran dari Akademianya-lah sekolah-sekolah modern kita saat ini dimungkinkan untuk ada. Memang, jika bukan Platon tetapi orang lain yang membangun Akademia—sebut saja jika bukan Platon tetapi Hukama yang membangun Akademia—sekolah-sekolah kita saat ini pun akan tetap ada. Platon kebetulan saja lahir di zaman dan tempat yang masyarakatnya membutuhkan sebuah sekolah dengan metode yang jelas dan tertentu. Pendidikan disyaratkan oleh keadaan bukan oleh individu tertentu. Kalimat terakhir ini tentu bukan hal baru untuk pembaca sekalian.

Perang Melawan Perangnya Kapitalis

DALAM satu dua minggu terakhir, daratan Eropa, terutama negara-negara yang dijuluki PIGS (Portugal, Irlandia, Greece, and Spain), diguncang oleh demonstrasi masal rakyat pekerja. Para analis

Gosip di Sekitar Kita

HEMAT saya, tindak-tanduk kehidupan pribadi seorang penyair berbeda dengan karyanya. Saya berpegang pada sebuah pendapat bahwa karya adalah ciptaan dunia sosial. Seorang penyair hanyalah agensi penyebabnya. Tindak-tanduk seseorang bolehlah diadili berdasarkan tindak tanduk itu dan perangkat-perangkat lain yang melingkupinya. Sedangkan sebuah karya janganlah dibawah ke dalamnya. Dengan terjatuh pada ad hominem kita bersamaan juga merayakan individualitas manusia. Tetapi pertanyaan selanjutnya adalah seberapa jujur seorang penyair sebagai agen melihat kesosialan lantas menerjemahkan dalam karyanya? Hanya sebuah kritik yang baiklah yang bisa menjawabnya.

Menegaskan Yang Ilmiah dari Yang Utopis

Tanggapan untuk Airlangga Pribadi dan M. Fajar TULISAN saya sebelumnya Mengilmiahkan Yang Utopis, memperoleh tanggapan yang berbobot dari Airlangga Pribadi (di sini). Demikian pula, artikel

Sosial Media

[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/134619975″ params=”color=ff5500&auto_play=false&hide_related=false&show_artwork=true” width=”100%” height=”166″ iframe=”true” /]

Golkar Putih versus Golkar Merah

Benarkah Golkar Kalah di Pilkada Sulsel? HASIL pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kali ini (5 Nopember 2007), benar-benar mengejutkan. Betapa

LKIP Edisi 26

Karya – Yang Luput dari Rachmat Gobel Catatan Kawan – Jukstaposisi Sensor dan Demokrasi Kritik – Sihir Picasso dan Semangat Zamannya Kritik – Bumi Bergolak/La

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.