1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 245

Paling Sering Dibaca

Investasi Asing, Antara Mitos dan Realita

Pengesahan RUU Penanaman Modal (PM) pada 29 Maret yang lalu seakan menegaskan ‘mazhab’ yang dipilih oleh pemerintah dalam konteks investasi asing dan perdagangan bebas. RUU

Korengan

SEBUAH kafe di sudut Jakarta. Bocah lelaki sepuluh tahun, berkaus kumal, badan kurus legam dengan kaki korengan menggelesot di dekat pintu masuk. Kepalanya separuh rebah

George Junus Aditjondro di Kajian

Simak tulisan terbaru di rubrik Kajian dari George Junus Aditjondro berjudul: Dinamika Politik dan Modal di Sulawesi. Artikel ini disampaikan untuk Konsultasi Regional KKJD (Kelompok

Negara Weberian dan Teror Sipil Sebagai Proxy

Melanjutkan  Diskusi Antonius Made Tony Supriatma ARTIKEL Made Tony tentang Teror Sipil Sebagai Proxy, dengan sangat jernih menunjukkan betapa aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh sebagian

Lonceng

Untuk: M di Kota Senja SEPERTINYA matahari hampir lahir, ketika lagu Metallica, For Whom The Bell Tools, membentur dinding kamar. Konon, tepat 1 Juni 2012,

#MelawanAtauTenggelam

JANUARI lalu, seperti biasa, Jakarta mengalami banjir. Begitu juga di dareah tempat tinggal saya di Jakarta Utara. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, banjir kali ini

Edisi VI/2013

TAHUN 1637, seorang matematikawan cum pengacara Perancis, Pierre de Fermat, mengajukan satu teorema tersulit dalam sejarah perkembangan teori angka. Teorema ini dikenal sebagai teorema terakhir Fermat (Fermat’slasttheorem). Teorema ini menyatakan bahwa tidak ada tiga integer positif a, b, dan c yang dapat memberikan solusi pada persamaan an+bn=cn bagi setiap nilai integer n yang lebih besar dari dua. Teorema ini sendiri merupakan perluasan dari teorema segitiga Phytagoras dengan derajat problematisasi yang lebih tinggi. Banyak matematikawan tersohor dunia seperti Carl Frederich Gauss, Leopold Kronecker, Sophie Germain, Georg Cantor, berupaya membuktikan teorema ini. Sayangnya, para matematikawan tersohor ini tidak mampu untuk memecahkan teorema terakhir Fermat. Bahkan seorang filsuf empirisis seperti Karl Popper, sempat berujar bahwa teorema ini lebih tepat dikatakan sebagai konjektur, suatu proposisi yang keliatan logis namun tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Walau begitu, situasi itu berubah ketika teorema ini berhasil dipecahkan pada tahun 1995 oleh Andrew Wiles, seorang matematikawan Inggris yang mengajar di Universitas Princeton, AS. Wiles membuktikan teorema terakhir Fermat dengan menggunakan perhitungan representasi Galois terhadap konjektur Taniyama-Shimura, yang kemudian memberikan ekuasi logis terhadap teorema Fermat itu sendiri.

Bung, Jangan Mau Lagi Dibubarkan!

Sekelompok massa membubarkan paksa acara Lady Fast, di Jogjakarta, 2/4/2016. Foto diambil dari belokkirifest.org   “Demi Allah, aku berjanji bahwa kalian tidak akan mendapatkan keselamatan

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.