
Anda Tidak Punya Hak untuk Marah, Pak Jokowi
JADI begini. Mari kita sama sama sepakati definisi penjajahan. Setelah itu mari kita uji definisi tadi ke beberapa tanah dan pulau di luar Jawa. Ini

JADI begini. Mari kita sama sama sepakati definisi penjajahan. Setelah itu mari kita uji definisi tadi ke beberapa tanah dan pulau di luar Jawa. Ini
Tentu saya mengapresiasi komitmen berbagai kalangan kaum Muslim Demokrat Indonesia atas agenda-agenda politik progresifnya, seperti pembelaan terhadap kelompok minoritas keagamaan dan isu-isu sosial dan politik yang mendesak. Namun, menurut saya, mereka telah gagal dalam menganalisa permasalahan yang lebih besar dari berbagai permasalahan yang terkait dengan diskursus keagamaan di Indonesia, serta dalam memperjuangkan agenda demokrasi yang lebih luas, mendalam dan partisipatoris. Fenomena munculnya kelompok-kelompok vigilantis yang bernuansa kegamaan dan etnis, misalnya, tidak dapat disimplifikasi menjadi sekedar masalah ‘fundamentalisme versus moderatisme dan liberalisme Islam.’ Kita perlu melihat bagaimana sejarah dari berbagai kelompok tersebut, dampak transisi politik dari otoritarianisme menuju demokrasi, serta perubahan pola politik kuasa dan patronase, serta aliran dana yang memungkinkan kelompok-kelompok tersebut terus aktif.
MICHAEL Ignatieff, tokoh Liberal asal Kanada, dalam bukunya The Lesser Evil berujar bahwa ‘Perang pre-emptif akan sangat jarang muncul, namun setidaknya itu adalah kejahatan yang lebih kecil (a lesser evil).’ Dalam tarikan nafas yang sama, Kanan Makiya, seorang apologis Perang Iraq, juga menyatakan bahwa pasca invasi, tentara Amerika akan disambut dengan ‘manisan dan bunga-bunga’ di Iraq – sampai kemudian Ignatieff dan Makiya menyadari bahwa jumlah korban jiwa di Iraq setelah invasi hampir mencapai jumlah korban jiwa di bawah rejim Saddam Hussein. Dan alih-alih disambut dengan ‘manisan dan bunga-bunga,’ pasukan Amerika di Iraq disambut dengan darah dan bibit-bibit kebencian.

SETELAH sekian lama terbentuk, Kantor Staf Presiden (KSP) masih belum menemukan bentuk mapannya. KSP sebagai lembaga lingkar kepresidenan (presidential circle), tampak gamang memosisikan diri di

Seperti agama, sepak bola pun punya dua wajah. Pada gairah dan euforia di sana selalu tersisip kesadaran politis dan perlawanan.

Proyek revolusi tidak memusuhi aparat sebagai manusia, tetapi menantang mereka sebagai bagian dari struktur penindas.

Jika hukum adalah alat dominasi kelas kapitalis, mengapa tidak kita rebut dan menjadikannya senjata kelas pekerja?
Surat untuk Presiden Salam hormat: KAMI masih ingat janji-janji Bapak semasa kampanye, begitu manis, bagitu indah. “Bersama kita bisa,” slogan itu Pak. Slogan itu masih

BULAN Agustus tahun ini, berbeda dengan tahun-tahun yang lain. Sebabnya, selain adanya peringatan proklamasi tahun 45’, juga terdapat momentum penting muktamar dua organisasi besar bangsa,
DALAM upaya melindungi moralitas bangsa, pemerintah kita rupanya masih mempraktikkan P4, yaitu: Pelarangan, Penindasan, Pencekalan, dan Penggerebekan. Karena itu, ditengah riuhnya isu-isu pornografi, pemerintah kita

SELEPAS salat isya, sebelum memenuhi kewajiban menelepon pacar, saya melakukan obrolan imajiner dengan Presiden Jokowi melalui aplikasi chatting masa kini, LINE. Inilah sebagian isi wawancara
TULISAN Muhammad Ridha mengenai persoalan TKI, secara ringkas menjelaskan soal kenapa TKI harus dikirimkan keluar negeri. Sayangnya, tulisan tersebut masih samar memberikan argumen mengapa TKI tidak memperoleh perlindungan dari Negara.
Argumen Marxisme yang dipakai Ridha hanya menjelaskan soal otonomi relatif negara dan soal negara yang bias, karena hanya mewakili kepentingan kelas berkuasa. Kurang dijelaskan dalam tulisan tersebut, latar tumbuhnya TKI dan kepentingan-kepentingan yang mendasari dikirimnya TKI ke luar negeri. Tak heran jika dalam itu Ridha tidak merasa perlu memberikan solusi atas kejadian-kejadian yang menimpa para TKI di luar negeri dan Arab Saudi pada khususnya. Tulisannya hanya ingin menunjukkan kritik terhadap teori negara yang dikemukakan oleh Hizkia Yossie Polimpung.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.