Transisi Kapital di Sulawesi Tengah (3-habis)
Pengalaman Industri Perkebunan Kelapa Sawit PERBURUHAN PERUSAHAAN perkebunan kelapa sawit, pada umumnya, membagi pengelolaan perkebunannya ke dalam afdeling (divisi) dengan luas areal dan jumlah
Pengalaman Industri Perkebunan Kelapa Sawit PERBURUHAN PERUSAHAAN perkebunan kelapa sawit, pada umumnya, membagi pengelolaan perkebunannya ke dalam afdeling (divisi) dengan luas areal dan jumlah

Hidup orang gunung tak seharmonis yang dilihat oleh orang luar. Di dalamnya terdapat pula dinamika kelas.
The labour of women and children was, therefore, the first thing sought by capitalist who used machinary – Karl Marx (1867) HUBUNGAN kelas proletariat dan

Daftar Isi: Gerilyawan di Balik Meja: Che Guevara Sebagai Peletak Fondasi Ekonomi Kuba Melihat Biologi Secara Dialektis Akhir tahun ini, tepatnya 9 Desember 2015,
Untuk Mengenang Kepergian Almarhum Romo Ignatius Wibowo If I stretch out my hand, the smile I reach is pained If I close my eyes, I

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) ‘Die religion … ist das opium des volkes’ APAKAH Anda pernah mendengar atau membaca kalimat di atas? Bagi yang

JADI begini. Mari kita sama sama sepakati definisi penjajahan. Setelah itu mari kita uji definisi tadi ke beberapa tanah dan pulau di luar Jawa. Ini

BIASANYA, saya tak terlalu peduli dengan kejadian ini lantaran terjadi hampir setiap hari dan setiap saat. Jadi begini. Dalam perjalanan semalam, saya terserang lapar yang
DALAM perdebatan publik tentang Neoliberalisme, yang tampak mengemuka dari perdebatan tersebut lebih ke arah pencarian pengertian atau definisi yang pas, tentang apa itu neoliberalisme. Masing-masing

CERITA di bawah ini tidak untuk mengganggu pendapat Anda perihal kenaikan BBM. Cerita ini pun tidak berniat untuk mendorong anda memikirkan sebuah strategi yang jitu
Simak tulisan terbaru di rubrik Kajian dari George Junus Aditjondro berjudul: Dinamika Politik dan Modal di Sulawesi. Artikel ini disampaikan untuk Konsultasi Regional KKJD (Kelompok
TULISAN Muhammad Ridha mengenai persoalan TKI, secara ringkas menjelaskan soal kenapa TKI harus dikirimkan keluar negeri. Sayangnya, tulisan tersebut masih samar memberikan argumen mengapa TKI tidak memperoleh perlindungan dari Negara.
Argumen Marxisme yang dipakai Ridha hanya menjelaskan soal otonomi relatif negara dan soal negara yang bias, karena hanya mewakili kepentingan kelas berkuasa. Kurang dijelaskan dalam tulisan tersebut, latar tumbuhnya TKI dan kepentingan-kepentingan yang mendasari dikirimnya TKI ke luar negeri. Tak heran jika dalam itu Ridha tidak merasa perlu memberikan solusi atas kejadian-kejadian yang menimpa para TKI di luar negeri dan Arab Saudi pada khususnya. Tulisannya hanya ingin menunjukkan kritik terhadap teori negara yang dikemukakan oleh Hizkia Yossie Polimpung.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.