1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 239

Paling Sering Dibaca

Aceh Baru: Dari Helsinki ke Paya Bakong

Pasca memorandum of understanding (MoU/nota kesepahaman) Helsinki, Aceh baru, menjadi barang jualan baru di Aceh. Dari proposal NGO, diskusi-diskusi publik, dokumen tender kontraktor, pamflet, poster,

Edisi XXXIX/2016

Daftar Isi: Di Bawah Tempurung yang Terbayang: Logika dan Jejak Bangsa, Ke-Bangsa-An, serta Nasionalisme Tentang Waktu Tak Produktif dalam Kapital[1] Memento Dari Pulau ‘Purgatorio’ Vittoria

Sumber: www.geheugenvannederland.nl

Kelaparan dan Pertunjukan Kuasa

KAMU MEMPERTUNJUKKAN KEKUASAAN di Kediri, Demak, Kudus, iya apa tidak! Kamu belajar perang buat beberapa hari dan boleh sadarkan pikiran dan ati di tempat tempat

Pak Oey dan Sumbangan Akademiknya

OBITUARI TAK setiap email yang masuk ke mail-box, saya baca satu per satu dengan teliti. Salah satunya adalah beberapa email yang mengabarkan bahwa Oey Hay Djoen,

Edisi LKIP06

“Sastra Indonesia miskin tradisi kritik”, mungkin ini salah satu ratapan yang kerap kita dengar dalam dunia sastra Indonesia. Kalau pun ada, dewasa ini produksi kritik sastra sering kali tampak hanya beberapa kali pasang, tapi banyak surutnya. Padahal pada gelombang lain, karya-karya sastra banyak ditawarkan secara online mau pun offline: di toko buku. Beberapa judul berhasil merayu. Sebagian membuat kita ragu. Di antara perasaan itu penilaian atas isi sebuah karya terasa perlu.

Namun, apa benar tuduhan di atas? Dalam ‘rubrik teori’ edisi ini, Yovantra Arief ingin membuka diskusi tentang masa depan tradisi kritik sastra Indonesia dengan memaparkan secara ringkas sejarah kritik sastra di Indonesia sejak masa Balai Pustaka hingga era H. B. Jassin dalam tulisannya bertajuk Ideologi dan Kritik Sastra: Ketika Politik Jadi Panglima, 1920-1965. Tidak lupa kami juga hadirkan sebuah tulisan lama dari A. S. Dharta yang bertajuk Ukuran Bagi Kritik Sastra Indonesia Dewasa Ini dalam ‘rubrik kliping’.

Cebongan dan Kebangkitan Politik Fasisme

Apa implikasi kejadian Cebongan terhadap militer? Pertama, posisi militer yang memiliki pengaruh dan sudah menujukkan atraksi militernya di depan publik dapat dipolitisasi oleh calon Presiden Indonesia di tahun 2014. Mendekatlah pada militer, jika kalah dalam pemilu, jangan khawatir masih ada senapan yang akan memenangkanmu. Isu kudeta, kemudian bukan lagi isu sepihak dari MKRI (Majelis Kedaulatan Republik Indonesia), tapi isu kudeta sudah merupakan aksi teatrikal militer dalam merebut kekuasaan. Jika Ratna Sarumpaet selaku pengurus MKRI mengatakan bahwa kudeta (coup d’etat) mungkin saja terjadi karena desakan people power, saya katakan lebih mungkin kudeta dilakukan dengan jalan military force atau tekanan militer yang menyusup ke istana secara rapi (meniru taktik Cebongan), daripada mengerahkan ratusan ribu orang untuk berpawai. Kedua, Komnas HAM dan aktivis pro-HAM akan bertindak lebih jauh untuk menanggulangi bahaya fasisme ini dengan memotong anggaran militer, menyelidiki bisnis-bisnis militer dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk membatasi gerakan militer di Indonesia.

Jokowi Butuh Koalisi Besar Massa-Rakyat

SEKARANG semua sudah jelas. Setelah melakukan berbagai macam manuver dan akrobat politik, hasilnya adalah Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang menyokong Joko Widodo-Jusuf Kalla kalah total

Merefleksikan Gerakan 21 Mei

TAK lama lagi, kita akan bertemu dengan tanggal 21 Mei. Pada tanggal itu, 12 tahun lalu, gerakan massa besar-besaran yang bertemu dengan momentum krisis ekonomi,

Menyoal Perjuangan Rakyat di Belakang KPK

KETEGANGAN politik yang terjadi saat ini begitu buram. Saling serang antara institusi. Para personil KPK satu demi satu dilaporkan karena tuduhan jejak masa lalunya. Polri

Menendang Tangga Pembangunan

“SELAMA berabad-abad Inggris telah bergantung pada proteksi, melakukannya secara ekstrim dan telah memperoleh manfaat yang besar darinya. Tak ada keraguan bahwa karena sistem itulah, ia

RUU Permusikan: Mau Ke Mana Musik Indonesia?

Kredit foto: Alinea.ID     DRAF Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan yang telah tersebar, menimbulkan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari, terutama, para musisi. Rancangan tersebut dirasa

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.