Bicara tentang Kebenaran, HAM, dan Tragedi 1965
SAYA lahir tahun 1987. Jadi, kira-kira hanya 11 tahun lamanya saya ‘menikmati’ narasi Orde Baru tentang Tragedi 1965, yang digelar tahunan lewat film Pembantaian G30S/PKI.
SAYA lahir tahun 1987. Jadi, kira-kira hanya 11 tahun lamanya saya ‘menikmati’ narasi Orde Baru tentang Tragedi 1965, yang digelar tahunan lewat film Pembantaian G30S/PKI.

Jokowi adalah presiden Indonesia terpilih periode 2014-2019 yang hip. Sebelum saya paparkan lebih lanjut indikator apa saja yang membuat dia hip, saya ingin menjelaskan pengertian
“SELAMA berabad-abad Inggris telah bergantung pada proteksi, melakukannya secara ekstrim dan telah memperoleh manfaat yang besar darinya. Tak ada keraguan bahwa karena sistem itulah, ia

Kritik – Wiji Thukul, Mata Sejarah dalam Budaya Bisu Kritik – Pemberontakan PKI 1926-27 dalam Dua Teks Sejarah Teori – Pemuda, Remaja, dan Alay: Dari
Belajar dari Inggris Tanggal 7/8/06 Channel 4 televisi Inggris, menayangkan dokumentari kontroversial berjudul What Muslims want (Apa yang diinginkan kaum muslim). Dokumentari ini disusun berdasarkan

Sosialisme abad ke-21 tidak bisa menghindari pertanyaan tentang hukum. Ia harus mengembangkan bentuk hukum baru yang tidak mengulangi kesalahan otoritarianisme, tetapi juga tidak tunduk pada legalisme liberal yang steril.
HIRUK-PIKUK kembali terdengar di jagat perpolitikan tanah air. Dari euforia pengumuman verifikasi partai peserta pemilu 2014, trik-trik politik di antara para elit, hingga banjir; yang

Daftar Isi: Hegel yang Materialis Dialektis Apa yang Ada di Langit, di Bumi, dan Diantara Keduanya: Finansialisasi (Alam) sebagai Tahap Paling Maju dari Imperialisme
Mengantri membuat kita punya waktu menatap lekat kepiawaian Penjual Nasi Goreng. Bau enak semakin menusuk hidung setelah lima atau enam pembeli beres dilayaninya. Sebuah payung yang diikatkan pada gerobaknya berfungsi menangkis gerimis. Saya memperhatikannya. Pipinya cekung petanda hidup yang keras. Lengannya kurus ringkih. Di atas kepala kecil kurusnya bertenggerlah topi berwarna kuning kumal. Tulisan partai berlambang pohon beringin menghiasinya. Tangannya yang kurus sigap membolak-balik nasi di wajan, menghancurkan bawang, mencacah daun sawi, menyendok garam dan penyedap masakan. Dengan cekatan ia memecahkan dan mengaduk telor mentah, dan sejurus kemudian kulitnya dilempar ke plastik sampah yang menggantung pada stang gerobaknya.
ANALISA EKONOMI POLITIK ADA tendensi melihat kekerasan perkotaan sebagai soal identitas. Peristiwa di Koja Priok, Jakarta, dihubungkan dengan makam penyiar Islam Habib Hasan Al Haddad, yang luas
PEMILU presiden (Pilpres) 2009, baru saja usai. Ada begitu banyak hal yang bisa diperbincangkan darinya. Setelah beberapa waktu lalu, media ini mendiskusikan soal bergabungnya sebagian

HARI MINGGU lalu (7 Agustus), sekitar 50 juta pemilih terdaftar di Thailand, menuju tempat-tempat pemungutan suara. Untuk memastikan proses pengambilan suara berjalan lancar di 94
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.