1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 238

Paling Sering Dibaca

Podemos Sebagai Sebuah Fenomena Sejarah

Tanggapan atas Tanggapan Muh. Ardiansyah Laitte DALAM tradisi politik kiri, perdebatan mengenai posisi politik adalah perlu sekaligus penting. Perdebatan menjadi tidak terelakan sebagai arena untuk

Utang: Solvabilitas dan Likuiditas

Persoalan utang yang mengemuka pada Pilpres kali ini memancing reaksi pemerintah. Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto meminta agar berbagai kalangan berhenti untuk mempersoalkan utang

Edisi LKIP06

“Sastra Indonesia miskin tradisi kritik”, mungkin ini salah satu ratapan yang kerap kita dengar dalam dunia sastra Indonesia. Kalau pun ada, dewasa ini produksi kritik sastra sering kali tampak hanya beberapa kali pasang, tapi banyak surutnya. Padahal pada gelombang lain, karya-karya sastra banyak ditawarkan secara online mau pun offline: di toko buku. Beberapa judul berhasil merayu. Sebagian membuat kita ragu. Di antara perasaan itu penilaian atas isi sebuah karya terasa perlu.

Namun, apa benar tuduhan di atas? Dalam ‘rubrik teori’ edisi ini, Yovantra Arief ingin membuka diskusi tentang masa depan tradisi kritik sastra Indonesia dengan memaparkan secara ringkas sejarah kritik sastra di Indonesia sejak masa Balai Pustaka hingga era H. B. Jassin dalam tulisannya bertajuk Ideologi dan Kritik Sastra: Ketika Politik Jadi Panglima, 1920-1965. Tidak lupa kami juga hadirkan sebuah tulisan lama dari A. S. Dharta yang bertajuk Ukuran Bagi Kritik Sastra Indonesia Dewasa Ini dalam ‘rubrik kliping’.

Musuh Yang Dibayangkan

DALAM dua hari ini, kita disuguhkan oleh berita mengenai penyerangan oleh kelompok Islamis terhadap kegiatan ibadah yang dilakukan oleh kalangan Kristen di Yogyakarta. Serangan brutal

Edisi LKIP15

Daftar Isi Edisi LKIP 15: Mundo Nuevo: Jejak CCF di Amerika Latin (Ronny Agustinus) Masih Muda Aja, Main Netral (Wawancara dengan Herry Sutresna) Pidato Soekarno di Kongres

Pelajaran Morsy untuk Jokowi dan Partai Islam

PADA bulan Maret 2013, seorang kolumnis Mesir bernama Khaled Fahmy menulis sebuah artikel menarik di Ahram, harian terbesar di Mesir. Tulisannya, yang mengritik sikap Presiden

Impor Beras Bukan Jawaban

Laporan tengah tahun Bank Dunia untuk wilayah Asia Pasifik yang bertajuk “Managing Through a Global Downturn” (Pengelolaan Ditengah Penurunan Global), menuai kontroversi dan kritik tajam.

Sejarawan Yang Jago Masak

Mengenang Ong Hok Ham CIPINANG Muara pada awal tahun 1999. Lelaki tua berkepala plontos dan berkacamata itu, setiap hari selalu lewat di depan kantor saya.

Edisi XXVIII/2014

Daftar Isi: Oligarki: Tatanan Ekonomi Politik Indonesia Kontemporer Wijaya Herlambang : “Salihara dan Freedom Institute itu Lembaga Sampah!” Rekonstruksi Determinisme Basis-Suprastruktur: Hegemoni dalam Kerangka Dialektika Basis-Suprastruktur

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.