
Ideologi (3): atau tentang Keluarga Budi
ADA banyak hal yang diajarkan masyarakat kepada kita tentang apa yang kodrati dan apa saja yang tidak. Dua di antaranya ialah perkawinan dan keluarga. Dari

ADA banyak hal yang diajarkan masyarakat kepada kita tentang apa yang kodrati dan apa saja yang tidak. Dua di antaranya ialah perkawinan dan keluarga. Dari

Rakyat tidak mempunyai pilihan partai politik yang bisa menjadi saluran aspirasi mereka untuk beroposisi, termasuk Partai Buruh yang menyatakan mendukung Prabowo-Gibran. Kekosongan tersebut harus diisi dengan pembangunan partai politik yang akan menjadi alat perjuangan terhadap rezim yang baru.
KALAU ADA teori Marx yang paling mengundang perdebatan, tidak salah lagi, itulah teori tentang Negara. Debat ini mungkin tak perlu muncul, kalau saja Marx sempat

Pembungkaman wacana kiri yang didukung dengan sebuah pengkeramatan religius akhirnya mempermudah penetrasi ideologi kapitalisme neoliberal di Indonesia. Potensi Pancasila sebagai benteng terhadap ideologi kapitalisme neoliberal menjadi terbengkalai karena begitu kuatnya pentabuan religius terhadap pemikiran kiri.

“Saya merekomendasikan tujuh buku yang wajib dibaca dan dibedah, agar sedapat mungkin mengubah pandangan yang bias dan kabur menjadi kokoh dan fokus. Saya kira tujuh buku ini kiranya menjadi moda terakhir yang dapat menjadi senjata agar generasi “Indonesia Emas” tidak benar-benar menjadi kaleng rombeng.”

Mengapa perlawanan masyarakat justru melemah?

Kohei Saito membuka kembali diskusi tentang krisis antroposen dari kacamata marxisme. Krisis adalah konsekuensi tak terelakkan dari sistem ekonomi politik sekarang: kapitalisme. Ia pun mengusulkan tawaran solusi. Tapi, apakah cukup?

Judul buku : Putih: Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional Penulis : L. Ayu Saraswati Tahun terbit : 2017, Cetakan kedua: 2019 Penerbit

Memikirkan kembali perjalanan studi doktoral selama satu tahun membuat saya semakin menyadari banyak hal. Bahwa pekerja kampus sama seperti pekerja lain; betapa pentingnya kerja perawatan; pembangunan tak merata; dan mendesaknya iklim akademik yang sehat

Fakta bahwa banyak dari orang-orang yang dituduh komunis ini menyerahkan diri dan tidak melawan bukanlah bukti bahwa mereka lemah atau naif.

KARL Marx menutup ‘Tiga Belas Tesis tentang Feuerbach’ dengan satu kalimat yang terkenal: para filsuf itu cuma bisa menafsirkan dunia; (padahal) yang paling penting adalah

Waktu kerja dan persepsi “produktivitas” sejatinya merupakan cara kapitalisme mengontrol kita agar terus bergerak sebagai alat produksi
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.