Pelajaran Yunani untuk Indonesia dan ASEAN
Foto diambil dari inthesetimes.com BISA JADI, tak ada yang menyangkal bahwa perdebatan paling hangat di Eropa tahun ini adalah soal austerity dan polemik yang
Foto diambil dari inthesetimes.com BISA JADI, tak ada yang menyangkal bahwa perdebatan paling hangat di Eropa tahun ini adalah soal austerity dan polemik yang

JOKOWI baru saja mengumumkan kabinet. Hasilnya kita ketahui bersama: tak satu pun berasal dari kalangan relawan akar serabut, kelompok relawan ideologis yang betul-betul rela bekerja

DALAM sejarah politik dunia, hampir tak ada bukti kuat dan meyakinkan yang menunjukkan bahwa sebuah aksi teroristik bisa menjatuhkan pemerintah atau rezim yang berkuasa. Aksi-aksi
RESENSI BUKU Judul buku: Rising Powers Shrinking Planet The New Geopolitics of Energy Penulis : Michael T. Klare Penerbit : Metropolitan Books Henry Holt and
PEMILU presiden (Pilpres) 2009, baru saja usai. Ada begitu banyak hal yang bisa diperbincangkan darinya. Setelah beberapa waktu lalu, media ini mendiskusikan soal bergabungnya sebagian

Ilalang Zaman adalah band multigenre yang menuliskan lagu-lagu yang mengangkat permasalahan-permasalahan sosial, antara lain berhubungan dengan kritik terhadap media korporat (“Persetan Media”, “Jurnalis Palsu”), common sense (“Apa yang Kita Rayakan?”), dan penindasan (“Sesaji Raja untuk Dewa Kapital?”, “Kalimantan”, “Palestina”, “Jangan Diam”, “Papua”). Nama Ilalang Zaman dipilih karena dinilai merepresentasikan gagasan yang diusung para personelnya dalam lagu-lagu mereka. Seperti ilalang dalam arti sebenarnya—gulma bagi tanaman mapan—Ilalang Zaman pun beritikad untuk menjadi gulma bagi kemapanan di zaman mereka hidup. Kini, Ilalang Zaman tengah menggarap album indie perdananya.
ADA kabar gembira dari Filipina. Datangnya dari Willy Marbella, salah satu pemimpin Kilusang Magbubukid ng Pilipinas (KMP), Gerakan Petani Phillipina, yang saya temui di markasnya di Quezon city.
Pada sebuah pagi di bulan Juli 2013, Willy masih bercelana pendek dan kaos dalam berwarna putih. Ia jelas belum mandi, namun tak menghalanginya menceritakan kabar baik, yang membuat pagi itu terasa penuh semangat. ‘Ini tahun berbeda, perjuangan petani kelapa memasuki babak paling penting. Pengadilan Tinggi baru saja memenangkan gugatan petani. Mereka berhak atas dana pajak yang mereka bayar empat puluh tahun lalu,’ ujar Willy berseri.

“Sastra Indonesia miskin tradisi kritik”, mungkin ini salah satu ratapan yang kerap kita dengar dalam dunia sastra Indonesia. Kalau pun ada, dewasa ini produksi kritik sastra sering kali tampak hanya beberapa kali pasang, tapi banyak surutnya. Padahal pada gelombang lain, karya-karya sastra banyak ditawarkan secara online mau pun offline: di toko buku. Beberapa judul berhasil merayu. Sebagian membuat kita ragu. Di antara perasaan itu penilaian atas isi sebuah karya terasa perlu.
Namun, apa benar tuduhan di atas? Dalam ‘rubrik teori’ edisi ini, Yovantra Arief ingin membuka diskusi tentang masa depan tradisi kritik sastra Indonesia dengan memaparkan secara ringkas sejarah kritik sastra di Indonesia sejak masa Balai Pustaka hingga era H. B. Jassin dalam tulisannya bertajuk Ideologi dan Kritik Sastra: Ketika Politik Jadi Panglima, 1920-1965. Tidak lupa kami juga hadirkan sebuah tulisan lama dari A. S. Dharta yang bertajuk Ukuran Bagi Kritik Sastra Indonesia Dewasa Ini dalam ‘rubrik kliping’.
Mengantri membuat kita punya waktu menatap lekat kepiawaian Penjual Nasi Goreng. Bau enak semakin menusuk hidung setelah lima atau enam pembeli beres dilayaninya. Sebuah payung yang diikatkan pada gerobaknya berfungsi menangkis gerimis. Saya memperhatikannya. Pipinya cekung petanda hidup yang keras. Lengannya kurus ringkih. Di atas kepala kecil kurusnya bertenggerlah topi berwarna kuning kumal. Tulisan partai berlambang pohon beringin menghiasinya. Tangannya yang kurus sigap membolak-balik nasi di wajan, menghancurkan bawang, mencacah daun sawi, menyendok garam dan penyedap masakan. Dengan cekatan ia memecahkan dan mengaduk telor mentah, dan sejurus kemudian kulitnya dilempar ke plastik sampah yang menggantung pada stang gerobaknya.

Kerusakan ekologis di Pantura kian gawat, begitu pula para buruh yang bekerja di sana.
PERLAMBATAN ekonomi Indonesia – dan krisis ekonomi dunia yang tak tampak ujung akhirnya – sudah menunjukkan kejenuhan historis kapitalisme sebagai sebuah sistem ekonomi. Karena posisi ekonominya, yakni sebagai pencipta kekayaan yang sesungguhnya menggerakkan modal, dan posisi politiknya, yakni sebagai satu kekuatan politik yang terorganisir dan sadar, buruh adalah satu-satunya kelas yang bisa menuntun masyarakat ini keluar dari jalan buntu kapitalisme.

Jokowi adalah presiden Indonesia terpilih periode 2014-2019 yang hip. Sebelum saya paparkan lebih lanjut indikator apa saja yang membuat dia hip, saya ingin menjelaskan pengertian
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.