1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 231

Paling Sering Dibaca

Festival Belok Kiri Dan Kedegilan

PADA bagian awal Dunia Sophie. Sebuah Novel Filsafat (1996), Jostein Gaarder menampilkan sosok Sophie kecil yang penasaran akan surat-surat salah kaprah nan misterius yang hinggap

Mengalami Bencana

SAYA ada di Yogyakarta waktu gempa besar terjadi 2006. Tempat tidur terguncang-guncang hebat saat saya sedang di puncak nyenyak. Setengah sadar dan kaget saya tidak

Darsono Sebelum Pergerakan

Tulisan ini berpaling pada periode prapergerakan Darsono, sebuah faset hidup yang belum mendapatkan cukup perhatian.

Neoliberalisme dan penyebaran HIV/AIDS

Dalam rangka hari Solidaritas untuk Penderita Hiv/AIDs sedunia, 1 Des. 2009 SELAMA ini, narasi utama dari epidemik HIV/AIDS selalu mengambinghitamkan institusi pelacuran, pengguna napza, kaum

Pasca Drama Tolikara

“Kami sekarang sedang pikir nyawa manusia ini tidak ada harga sama sekali dari pada kios dan mushola. Kami sangat kecewa sekali dengan tindakan mereka.” Saksi

Terbaru di Rubrik Kajian

Propaganda, Kuasa, Dan Pengetahuan Genealogi Ilmu Komunikasi di Indonesia, Suatu Penelusuran Awal Pengantar PERKEMBANGAN ilmu komunikasi di Indonesia dan berbagai kegiatan penerapannya sangat berkembang dalam

Selamat Tahun Baru, (Gubernur) Jakarta!

APAKAH akan ada tahun yang benar-benar baru bagi Jakarta dan warganya? Tahun 2016 akan sarat dengan kontes gagasan menuju pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017. Jakarta

Pemberontakan Pohon dari Istanbul

Taksim memang arena kontestasi politik yang berlangsung dari masa ke masa. Sejak Republik Turki berdiri pada 1924, tata ruang Taksim dirombak berkali-kali untuk mewujudkan representasi hegemonik pemerintahan negeri itu: sekularisme. Jika kita menelusuri jalan utama, Jalan Kemerdekaan (İstiklal Caddesi), yang dulu dikenal Eropa sebagai Grande Rue de Pera, nuansa kehidupan Eropa-sekuler tampak di sana-sini. Gereja-gereja megah, beberapa perwakilan diplomat dan pusat kebudayaan negara ‘penting,’ hampir seluruhnya terletak di sekitar kawasan ini. Kalau kita merujuk zaman Imperium Usmani akhir, kawasan Taksim dan sekitarnya hingga terowongan kereta bersejarah menuju Karaköy, kawasan tersebut terdiri dari kelompok non-Muslim, Yahudi dan Kristen, selain tempat mukim bangsa Eropa dan elit Turki berpikiran Eropa. Setelah Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) menang pada 2002, pemerintahan Recep Tayyip Erdoğan juga berkehendak untuk mengubah Taksim. Rancangan masjid dan barak militer Usmani berusaha dibangun dengan argumen bahwa Taksim adalah ruang hegemonik kelompok Kemalis. Pendukung oposisi utama yang berkecenderungan kiri, Partai Rakyat Republik (CHP), juga berbasis di kawasan ramai tersebut. Dengan rencana mesjid dan simbol Usmani itu, pemerintahan Erdoğan ingin mengubah lanskap politik tradisional dari basis kelompok sekuler itu. Pada akhirnya: mengubah konstelasi ruang publik.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.