1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 230

Paling Sering Dibaca

KPK Sebagai Tapal Batas

BERITA itu tak disangka isinya. Bambang Widjajanto ditangkap. Saat mengantar anaknya sekolah. Polisi gunakan senjata dan borgol. Wakil ketua KPK itu dijebloskan dalam mobil. Polisi

Won’t Get Fooled Again: Sebuah Mixtape

KALAU saya sedang membicarakan soal pemilu, saya tak bakal langsung bicara hal-hal yang signifikan seperti perkiraan persentase golput, pentingnya pemilih muda atau urgensi menyusupkan agenda

Obsesi Washington Menundukkan Kuba

PADA acara pelantikan Barack Obama sebagai presiden Amerika Serikat ke-44, banyak orang menunggu pernyataan Obama soal konflik Timur Tengah. Banyak yang kecewa. Pidatonya dianggap terlalu

Reformasi Birokrasi Bukan Birokratisasi Reformasi

KOMISI Pemberantasan Korupsi bergerak cepat. Penangkapan jaksa Urip Tri Gunawan segera diikuti dengan penahanan dan penggeledahan sejumlah ruangan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung berikut rumah

Krisis Kapitalisme Sektor Industri Kehutanan (Pulp)

DALAM beberapa waktu terakhir, sektor industri kehutanan Indonesia, khususnya industri pulp di Riau, mengalami krisis. Akar penyebabnya, karena terjadi praktek illegal logging dalam pemenuhan bahan

Pemberontakan Pohon dari Istanbul

Taksim memang arena kontestasi politik yang berlangsung dari masa ke masa. Sejak Republik Turki berdiri pada 1924, tata ruang Taksim dirombak berkali-kali untuk mewujudkan representasi hegemonik pemerintahan negeri itu: sekularisme. Jika kita menelusuri jalan utama, Jalan Kemerdekaan (İstiklal Caddesi), yang dulu dikenal Eropa sebagai Grande Rue de Pera, nuansa kehidupan Eropa-sekuler tampak di sana-sini. Gereja-gereja megah, beberapa perwakilan diplomat dan pusat kebudayaan negara ‘penting,’ hampir seluruhnya terletak di sekitar kawasan ini. Kalau kita merujuk zaman Imperium Usmani akhir, kawasan Taksim dan sekitarnya hingga terowongan kereta bersejarah menuju Karaköy, kawasan tersebut terdiri dari kelompok non-Muslim, Yahudi dan Kristen, selain tempat mukim bangsa Eropa dan elit Turki berpikiran Eropa. Setelah Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) menang pada 2002, pemerintahan Recep Tayyip Erdoğan juga berkehendak untuk mengubah Taksim. Rancangan masjid dan barak militer Usmani berusaha dibangun dengan argumen bahwa Taksim adalah ruang hegemonik kelompok Kemalis. Pendukung oposisi utama yang berkecenderungan kiri, Partai Rakyat Republik (CHP), juga berbasis di kawasan ramai tersebut. Dengan rencana mesjid dan simbol Usmani itu, pemerintahan Erdoğan ingin mengubah lanskap politik tradisional dari basis kelompok sekuler itu. Pada akhirnya: mengubah konstelasi ruang publik.

Benarkah Ada Kudeta Militer di Mesir?

Rakyat Mesir dalam jutaan bergerak dengan sendirinya dan bukan atas komando militer sama sekali. Bukanlah militer yang mengumpulkan 22 juta tanda tangandari rakyat yang menuntut diturunkannya Morsi, dan bukanlah militer yang mengorganisir tanggal demonstrasi. Militer hanya mengintervensi ketika situasi sudahlah sangat gawat dan dapat meledak menjadi revolusi rakyat sepenuhnya di luar kendali siapapun. Rakyat sudah mengelilingi gedung-gedung pemerintah dan istana presiden, dan siap merangsek dan membakarnya. Morsi sebenarnya sudah kehilangan kekuasaan, tetapi dia tetap keras kepala. Bahkan para menterinya sudah turun dan meminta dia untuk turun juga karena rakyat sudah begitu geram. Sebagian kelas penguasa paham bahwa mereka harus mengorbankan Morsi dan Ikhwanul Muslimin demi menjaga keberlangsungan seluruh sistem politik ini.

Jebakan Pendapatan Menengah dan Keharusan Sosialisme

Problem utama dari argumen Basri adalah ia secara sengaja abai akan hal penting tentang relasi ekonomi politik yang sudah menciptakan jebakan pendapatan menengah yang kemudian menjadi masalah aktual bagi pembangunan kapitalis di Indonesia. Model pertumbuhan yang menciptakan situasi ini adalah ‘kondisi kemungkinan’ bagi pembangunan kapitalisme di Indonesia. Ridha (2012) menunjukkan bahwa pertumbuhan serta pembangunan kapitalisme di Indonesia pasca reformasi 1998 justru hanya dapat terjadi ketika rezim ekonomi politik secara sadar melakukan eksploitasi masif atas sumber daya alam dan sumber daya manusia melalui alokasi tenaga kerja ke sektor yang menguntungkan. Untuk itu aspirasi Basri mengenai kepemimpinan visioner adalah harapan kosong yang tak bermakna sama sekali, karena Basri tidak secara jelas memberikan pentunjuk mengenai rezim ekonomi politik seperti apa yang yang mampu menciptakan kualitas sumber daya manusia yang baik yang dianggap dapat mengatasi jebakan pendaptan menengah.

Merebut Kembali Negara

–Tanggapan Atas Tanggapan ARTIKELA saya yang berjudul “Liberalisasi Sektor Keamanan,” telah mendapatkan tanggapan berbobot dari rekan Roysepta Abimanyu dan Philip Jusario Vermonte. Kiranya pantas buat

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.