
Mendalami Papua: ‘Tong terlalu bikin tong pu diri’
‘Hindang makhendangda kharinde yarinde | Rindang makhendangda kharinde awarinde | Yabu alu bura khafonde yafonde | Yabu alu bura khafonde yafonde’—Hindang Makhendang, Mambesak Group (Berdayung

‘Hindang makhendangda kharinde yarinde | Rindang makhendangda kharinde awarinde | Yabu alu bura khafonde yafonde | Yabu alu bura khafonde yafonde’—Hindang Makhendang, Mambesak Group (Berdayung
MUNGKIN tanggal itu sudah lama kisut: 14 Desember 1825. Serombongan tentara—rata-rata masih muda—berdiri di lapangan St. Petersburg, Rusia. Konon jumlahnya 3.000 orang. Mereka hanya diam
Kategori Muslim pro-demokrasi yang digunakan dalam artikel ini tidak digunakan secara longgar, dalam artian semua kalangan aktor-aktor politik Muslim yang memanfaatkan proses politik dalam kelembagaan politik demokrasi untuk memperjuangkan tujuan-tujuan politiknya. Pengertian Muslim pro-demokrasi merujuk pada kalangan aktor-aktor Muslim yang memiliki komitmen terhadap perjuangan kesetaraan dalam hak-hak sipil dan politik, memperjuangkan ide-ide toleransi dan pluralisme dalam bingkai kebangsaan, dan memisahkan diri dari agenda politik menegakkan syariah dan Negara Islam. Perjuangan kaum Muslim pro-demokrasi ini memiliki komitmen terhadap penafsiran Pancasila sebagai sebuah pijakan ideologi bersama warga Negara Indonesia dengan tidak mengutamakan ideologi Islam di atas yang lainnya. Dari pembatasan ini, tulisan ini tidak terbatas pada menguji komitmen mereka terhadap nilai-nilai kultural demokrasi (toleransi, pluralisme dan nilai-nilai inklusifitas) serta perjuangan hak sipil dan politik, namun juga memotret komitmen kaum Muslim pro-demokrasi terhadap-agenda yang selama ini tak tersentuh dalam wacana Islam dan demokrasi di Indonesia- berbagai bentuk imperatif dalam ekonomi-politik liberal (menolak distorsi politik terhadap berjalannya ekonomi pasar, pemerintahan yang transparan, anti oligarkhi dan aliansi bisnis-politik, penciptaan kondisi politik demokratik yang bersih dari praktik politik uang, korupsi serta agenda politik liberal lainnya).
PASKA reformasi 1998, perbincangan mengenai liberalisme mewakili dua kecenderungan. Pertama, tema ini dibincangkan dan diperdebatkan pada tataran abstrak-filosofis. Kebebasan (from and/or for), pluralisme, inklusivisme, dan
Tambahan untuk Fahmi Panimbang DALAM artikelnya (lihat di sini), Fahmi Panimbang melontarkan dua gagasan kunci yang menarik untuk didiskusikan lebih lanjut. Pertama, gagasan tentang “negara

Laut sebagai pabrik tanpa dinding bukan sekadar metafora, tetapi manifestasi material dari relasi kapital atas kehidupan. Di ruang ini, kekerasan ekonomi dan kekerasan hukum tidak tampil sebagai pengecualian, tetapi sebagai normalitas operasional.
PERNYATAAN SBY menanggapi serangan barbar di Jakarta (17/8/2009) dinilai akan ikut menyuburkan spekulasi bahwa peledakan bom terkait rangkaian kekerasan seusai pilpres. Teror-teror yang terjadi, termasuk

Foto David Riazanov, diambil dari http://www.filosofia.mx DAVID RIAZANOV namanya. Sedari muda, ia sudah terlibat dalam gerakan politik revolusioner. Di tengah-tengah kekuasaan otokratik Tsar di
Ini cermin yang bisa membuat wajah kita buruk. PADA hari kedua belas, Surajan bangkit dari ranjang. Ia menuju ke halaman, balik lagi ke dalam rumah,

SEBELUMNYA kita sudah mengucapkan selamat tinggal kepada Jokowi dan membongkar ilusi popularitas Ahok. Kemudian, baru-baru ini terdapat sejumlah perkembangan politik yang menarik, seperti aksi warga
BAJUNG lahir kira-kira 50 tahun lalu. Perawakannya kekar. Kulitnya legam. Ia tampak lebih muda dari usianya. Pada saya ia berkata bahwa angka 50 itu adalah
ANALISA EKONOMI POLITIK “Keberadaan Umar Patek masih di-misteriuskan, menunggu datangnya order berikutnya. Disimpan dulu pak Polisi, tunggu tabungan habis baru Patek di-Pateni…..” KALIMAT-kalimat di
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.